Abstract :
Jalan Mataram merupakan salah satu jalan yang berada di kota Yogyakarta,
dimana ruas jalan ini merupakan daerah komersil dan berdekatan dengan jalan
Malioboro. Selain itu fungsi jalan Mataram sebagai jalan kolektor sekunder
mempunyai daya pelayanan yang cukup tinggi dalam melayani mobilitas
masyarakat. Hal ini menjadi dasar pertimbangan untuk melakukan studi kajian
teknis dan fungsi jalan Mataram.
Analisis dilakukan dengan cara pengamatan dilapangan terhadap arus lalu
lintas, kejadian hambatan samping, waktu tempuh dan kondisi geometrik jalan.
Pelaksanaan pengambilan data studi dilakukan selama tiga hari yaitu pada tanggal
09 Mei 2016, 13 Mei 2016 dan 15 Mei 2016. Studi ini mengacu pada Pedoman
Kapasitas Jalan Indonesia tahun 2014, Peraturan Menteri Pehubungan KM 14
tahun 2006, dan Standar Perencanaan Geometrik Jalan Perkotaan tahun 1992.
Hasil dari penelitian menunjukkan frekuensi hambatan samping rata-rata
sebesar 116,72 yang tergolong dalam kriteria kelas hambatan samping rendah (R),
volume lalulintas 2100,20 skr/jam. Kecepatan kendaraan rerata sebesar 39,53
km/jam, dengan derajat kejenuhan 0,889. Kondisi geometrik jalan Mataram
memiliki lebar jalur lalu lintas arah ke Selatan sebesar 2,94 meter dan kearah
Utara sebesar 3,12 meter, lebar jalur parkir arah ke Selatan sebesar 2,47 meter
dan kearahUtarasebesar 2,14 meter, lebar bahu jalan arah ke Selatan sebesar 0,64
meter dan arah ke Utara sebesar 0,40 meter, lebar trotoar arah Selatan sebesar
1,75 meter dan arah ke Utara sebesar 1,63 meter.
Berdasarkan analisis diketahui lebar jalur lalu lintas memenuhi syarat lebar
minimum jalur lalu lintas (3,0m). Sedangkan lebar jalur parkir tidak memenuhi
syarat lebar minimum jalur parkir (2,5m). Lebar bahu jalan arah Utara tidak
memenuhi syarat lebar minimum bahu jalan (0,5m). Sedangkan lebar trotoar
memenuhi syarat lebar minimum (1,5m). Karakteristik tingkat pelayanan jalan
Mataram pada kriteria D. Nilai kepadatan tersebut menunjukkan bahwa tingkat
pelayanan jalan sangat jenuh yang artinya jalan Mataram sensitif terhadap
kemacetan lalu lintas dan pengurangan kecepatan.
Untuk meningkatkan pelayanan jalan Mataram perlu dilakukan evaluasi
manajemen lalu lintas lanjutan atau dengan studi pelebaran geometrik jalan.