Abstract :
Persimpangan atau pertemuan jalan adalah titik temu dua jalan atau lebih
yang memberikan pengaruh besar bagi kelancaran arus kendaraan pada jaringan jalan
tersebut. Pada umumnya di persimpangan ini banyak terjadi kemacetan lalulintas,
Oleh karena itu untuk menunjang kinerja suatu simpang digunakan sinyal (lampu)
pengatur lalu lintas. Lampu lalu lintas ini berfungsi sebagai pengontrol arus
kendaraan di persimpangan karena pengaturannya lebih tegas dan fleksibel. Sinyal
lalu lintas ini diharapkan mampu memberikan pengaturan pada arus lalu lintas secara
bergiliran dan berurutan selama jangka waktu tertentu sesuai kebutuhan. Salah satu
persimpangan ruas jalan bersinyal di Yogyakarta yang cukup padat adalah
persimpangan Condong Catur Yogyakarta.
Sebelum dilakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan pengukuran untuk
mengambil data geometrik pendekat pada simpang tersebut dan pengukuran untuk
mencari panjang antrian. Data yang diambil adalah jenis kendaraan yang melewati
simpang baik kendaraan yang belok kiri, lurus, maupun belok kanan. Penelitian ini
dilakukan selama tiga hari yaitu pada hari Senin, 18 April 2016, Kamis, 21 April
2016, dan Sabtu, 23 April 2016, dengan jam pengamatan pagi pada pukul 07.00-
09.00, siang dilakukan pukul 11.00-13.00, dan pada sore dilakukan pada pukul 15.00-
17.00, data tersebut kemudian diolah dengan metode PKJI (2014).
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, panjang antrian yang terjadi di
simpang sangatlah besar, durasi waktu hijau tidak mampu melewatkan semua
kendaraan yang antri pada satu siklus tersebut, untuk mengatasi masalah tersebut
maka dilakukan optimalisasi simpang bersinyal yaitu menambahkan durasi waktu
hijau, setelah dilakukan optimalisasi, derajat kejenuhan mencapai standar yaitu 0,85
di semua pendekat, baik Selatan, Barat, Utara, maupun Timur