DETAIL DOCUMENT
DESAIN JEMBATAN KAYU DENGAN MENGGUNAKAN KAYU MERBAU DI KABUPATEN SORONG PROVINSI PAPUA BARAT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Upessy, Eric Kristianto
Subject
Transportasi 
Datestamp
2017-01-18 12:10:10 
Abstract :
Menurut Bambang dan Muntohar (2007), bahwa jembatan kayu merupakan jembatan dengan material yang dapat diperbaharui (renewable). Kayu adalah sumber daya alam yang pemanfaatannya akhir-akhir ini banyak pada bidang industri kayu lapis, furnitur. Dapat dikatakan sangat sedikit pemakaiannya dalam bidang jembatan secara langsung sebagai konstruksi utama. Paling tidak penggunaan kayu sebagai bekisting untuk jembatan. Total panjang bentang jembatan yang dirancang adalah 18 m, dengan lebar jalan utama 7 m, lebar trotoar 2x1 m, tinggi gelagar induk 3 m. Jarak gelagar memanjang 0,5 m sedangkan jarak gelagar melintang 3 m. Kayu yang digunakan adalah kayu merbau dengan kelas kuat 1. Jembatan yang didesain adalah jembatan kayu dengan dengan model warren truss terbalik. Gelagar memanjang yang digunakan terbagi menjadi 2 yaitu gelagar memanjang yang terletak pada lantai jalan utama dan lantai trotoar. Yang masing masing memiliki ukuran 20x25 dan 15x20 (cm). Gelagar melintang yang digunakan tersusun atas 3 lapis dengan ukuran 70x90 (cm). Gelagar Induk terbagi menjadi 4 bagian yaitu batang atas, batang bawah, batang tegak, batang diagonal. Masing masing memiliki dimensi 25x30x300 (cm), 20x30x300 (cm), 20x30x300 (cm), 20x30x425 (cm). Dari hasil penelitian dan pengujian, kayu merbau termasuk kayu kuat kelas 1 dan dapat digunakan sebagai bahan struktural bangunan, dan berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode analisis titik simpul/buhul serta menggunakan hasil analisis gaya batang menggunakan software pada kayu merbau dapat digunakan sebagai bahan utama untuk membuat jembatan kayu. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta