Abstract :
Indonesia merupakan negara berkembang memiliki prospek untuk menarik
investor dalam investasi properti. Yogyakarta sebagai kota pelajar sekaligus kota
wisata juga menjadi target para investor. Seperti yang kita bisa lihat belakangan
ini lahan-lahan yang strategis sudah disulap menjadi hunian. Yogyakarta
mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat baik penduduk lokal, para pelajar
maupun para wisatawan. Sehingga semakin meningkat pula kebutuhan akan
kebutuhan pokok salah satunya papan atau tempat tinggal. Dewasa ini, lahan
untuk pembangunan akan kebutuhan tersebut semakin sedikit. Pembangunan
secara horizontal sulit untuk dilakukan lagi. Oleh sebab itu maka pembangunan
secara vertikal bisa jadi menjadi solusi yang dapat menangani masalah ini. Namun
untuk melakukan pembangunan secara vertikal tidaklah mudah, diperlukan
pengetahuan dan pengalaman yang baik untuk melakukan pembangunan secara
vertikal.
Gedung hotel ini terdiri dari 7 lantai dan 1 semi basement. Tinjauan
perancangan ini meliputi tangga, pelat, balok, kolom, hubungan balok kolom
(HBK) atau joint, dan dinding struktur dengan struktur beton bertulang. Sistem
struktur yang digunakan adalah sistem ganda yang terdiri dari SRPMK dan
DSBK. Bangunan berada pada KDS D. Pembebanan menggunakan beban mati,
beban hidup dan beban gempa. Perencanaan kegempaann mengacu pada SNI
1726-2012 sedangkan perencanaan elemen struktur mengacu pada SNI 2847-
2013. Mutu beton yang digunakan f?c 25 MPa dan mutu baja yang digunakan
adalah fy 240 MPa untuk tulangan polos dan fy 400 MPa untuk tulangan deform.
Analisis struktur dengan bantuan program ETABS versi 9.2.
Perancangan elemen struktur menghasilkan dimensi dan penulangan yang
sesuai syarat. Penulangan pelat lantai 1 arah daerah tumpuan diperoleh P10-100
dan lapangan P10-200 dengan tulangan susut dan suhu P8-150. Balok dengan
dimensi 300 x 600 diperoleh hasil perhitungan penulangan daerah lo sebanyak
5D19 dan 3D19 dengan sengkang 3P10-150 sedangkan daerah diluar lo diperoleh
tulangan sebanyak 3D19 dan 3D19 dengan sengkang 2P10-150 dan dipasang
tulangan badan 2P10. Penulangan kolom sebanyak 12D19 dengan sengkang
4P12-100. Dinding struktur diperoleh 2D16-400 arah vertikal dan horizontal
dengan special boundary element sepanjang 1100 mm dengan penambanhan
tulangan sebanyak pokok 8D19 dan sengkang 2D13-150 arah panjang dan 7D13-
150 arah pendek