Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
FATLOLON, WENSISLAUS HENDRO
Subject
Pemasaran
Datestamp
2017-01-24 07:45:22
Abstract :
Di Sungai Wertamrian pernah dibangun bangunan air yaitu bendung tetapi
setelah di bangun dua tahun, bendungnya rusak yang disebabkan oleh debit banjir
sungai yang besar. Kerusakan dari bendung sendiri dapat menyebabkan penduduk
di sepanjang pinggir sungai akan kebutuhan air untuk irigasi menjadi terganggu.
Dalam perencanaan bangunan ini perlu diketahui data debit banjir. Metode
dimulai dengan mencari luas DAS dari masing-masing stasiun hujan setelah itu
uji konsistensi data hujan tahunan, hujan rencana yaitu rata-rata curah hujan
maksimum dari empat stasiun pencatat curah hujan, yang dihitung dengan
polygon thiessen.
Setelah itu, dilakukan juga analisis distribusi frekuensi hujan, uji
kecocokan, sampai dengan pemilihan metode distribusi hujan terbaik yang akan
dipakai sebagai curah hujan rencana untuk analisis debit banjir. Dalam
menganalisis debit banjir, terlebih dahulu dilakukan analisa frekuensi dan
penetapan distribusi curah hujan. Lalu diuji dengan Chi kuadrat, dimana
distribusi yang sesuai adalah distribusi Log Person tipe III, sehingga curah hujan
rencana menggunakan distribusi Log Person III.
Kemudian intensitas hujan dan untuk menghitung debit banjir rencana
dengan beberapa metode diantaranya yaitu Metode Rasional, Metode Haspers,
Metode HSS Gama I, Metode HSS Nakayasu dan Metode HSS Snyder. Dari
beberapa Metode perhitungan yang digunakan maka, Metode yang sesuai dan
dapat digunakan pada Sungai Wertamrian, dalam perhitungan debit banjir rencana
adalah metode Gama I, pada periode 2 tahun yang mempunyai nilai = 70.479
m3/detik dimana dilihat dari grafik debit banjir rencana periode 2 tahun mendekati
debit banjir terukur = 65 m3/detik.