Abstract :
Pusat Pertunjukan Komunitas Musik Indie Yogyakarta adalah sebuah
bangunan pertunjukan yang memiliki tujuan untuk mendukung kegiatan
sekelompok/banyak kelompok musisi/band indiependen dalam
mengekspresikan hasil karyanya yang sebebas-bebasnya tanpa memikirkan
kepentingan pasar/tren yang diadakan/diselenggarakan secara terpusat. Obyek
ini diusulkan dengan latar belakang musik tidak lagi hanya sebagai gaya
hidup namun juga sebagai profesi yang menjanjikan. Selain itu lokasi proyek
yang dipilih adalah di kota Yogyakarta karena melihat animo masyarakat
Yogyakarta yang tinggi terhadap musik, serta kota Yogyakarta merupakan
kota budaya, pelajar, dan masyarakat yang apresiatif terhadap karya musik.
Permasalahan utama proyek adalah kurangnya tempat / wadah bagi musisi
dan penikmat musik indie untuk berekspresi dan mengapresiasi karena
keterbatasan tempat dan fasilitas. Permasalahan proyek memunculkan suatu
konsep teori kebutuhan dasar manusia oleh Abraham Maslow tentang
pengaktualisasian diri. Pendekatan yang menjadi solusi dalam penyusunan
konsep dasar perancangan adalah arsitektur kontemporer bergaya rustic .
Benang merah antara musik Indie , Arsitektur Kontemporer, dan gaya Rustic
yang menjadi dasar konsep perancangan adalah desain bangunan yang
Ekspresif dan Jujur, Natural / terdapat unsur alam sebagai pembentuk material
utama, dan mendemonstrasikan teknologi modern yang ramah lingkungan