Abstract :
Indonesia merupakan negara maritim atau kepulauan terbesar di dunia dimana antara
pulau satu dengan pulau lainnya dipisahkan oleh laut. Sejak zaman bahari, pelayaran dan
perdagangan antar pulau telah berkembang sampai sekarang. Dengan mengoptimalkan hasil
laut, Indonesia memiliki potensi untuk maju di bidang perikanan dan pelayaran hasil laut.
Yogyakarta memiliki banyak laut yang dapat dioptimalkan dari aspek potensi hasil
tangkap ikan laut, salah satunya adalah Pantai Depok. Pantai Depok merupakan salah satu
pantai yang digunakan sebagai area Tempat Pelelangan Ikan yang sering dikunjungi
wisatawan. Selain Tempat Pelalangan Ikan Pantai Depok juga menyuguhkan pesona keindahan
pantai dan Gumuk Pasir. Namum dalam beberapa waktu, Pantai Depok sering terjadi
kecelakaan laut dengan korban terseret ombak hingga menimbulkan korban jiwa.
Keberadan Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan, Pusat Kuliner dan Waterpark di
Pantai Depok Bantul merupakan suatu pengembangan kawasan wisata untuk memberikan
sarana bagi pengunjung maupun pengguna kawasan Pantai Depok dengan menggunakan
Pendekatan Arsitektur Organik yang menyatukan kawasan tersebut dengan lingkungan alam
sekitarnya. Desain ruang yang rekreatif merupakan wujud desain Pengembangan Tempat
Pelelangan Ikan, Pusat Kuliner dan Waterpark di Pantai Depok Bantul dan memperlihatkan
aspek kenyamanan visual maupun fisik.
Ada 3 kategori desain didalam mewujudkan suasana rekreatif dengan pendekatan
Arsitektur Organik yaitu : Daya Imajinasi, Menarik dan Menyenangkan. Kategori-kategori
tersebut ditransformasikan ke dalam desain melalui elemen-elemen kualitas ruang : bentuk
ruang, warna, tekstur atau material, proporsi, skala, definisi ruang, derajat bukaan, cahaya dan
view.