Abstract :
Rata-rata usia harapan hidup penduduk Indonesia pada tahun 2010-2015 ialah 70,1
tahun, hal tersebut telah menunjukkan tingkat kesejahteraan penduduk Indonesia. Penduduk
lansia akan ikut bertambah seiring dengan meningkatnya rata-rata usia harapan hidup.
Yogyakarta dengan tingkat penduduk lansia tertinggi di Indonesia, tentu memiliki beban hidup
lansia yang dipikul oleh penduduk produktif. Pertambahan usia pada lansia memiliki banyak
dampak, salah satunya dengan masalah kesehatan. Demensia atau biasa disebut dengan
penurunan daya ingat yang salah satu penyebabnya adalah Alzheimer.
Penyakit Alzheimer merupakan salah satu penyakit penyebab demensia. Istilah
demensia menggambarkan serangkaian gejala yang mencakup kehilangan memori, perubahan
suasana hati, masalah dengan komunikasi dan penalaran. Penyakit tersebut merupakan
penyakit mempengaruhi otak dan bertahap dari waktu ke waktu dan menyebabkan kerusakan
sel-sel otak. Bangunan rehabilitasi, merupakan bagian dari rumah sakit yang berperan
menyelenggarakan program kesehatan yang mencakup usaha peningkatan, pencegahan,
perawatan bagi pasien, dalam hal ini pasien Alzheimer.
Kurangnya Edukasi dan pemahaman tentang Alzheimer di Kota Yogyakarta dapat
menjadi pemicu bertambahnya lansia yang terjangkit penyakit tersebut dan kurang mendapat
perhatian lebih. Demensia yang masih dianggap penyakit yang biasa diderita oleh lansia,
namun hal tersebut ternyata hal yang berbahaya. Bangunan Rehabilitasi dengan menerapkan
unsur edukatif dan kreatif pada tata ruang dalam dan tata ruang luar yang akan ditonjolkan
dalam Bangunan Rehabilitasi Demensia Alzheimer ini didukung dengan sebuah konsep
Arsitektur Ekologis.
Suasana Edukatif dan Kreatif yang diwujudkan dalam konsep Arsitektur Ekologis
memiliki 4 unsur yaitu sirkulasi, organisasi ruang, tata rupa, dan material yang ditransformasi
hingga mencapai elemen arsitektur dalam membentuk tata ruang dalam dan tata ruang luar.