Abstract :
Inventori atau persediaan merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting yang
memberikan efek besar dalam perusahaan. Fungsi ini memiliki peran untuk
mengantisipasi berbagai macam ketidakpastian. Ketidakpastian dalam inventori
diantaranya permintaan user yang fluktuatif, stockout, produk cacat dari vendor,
serta pengelolaan material yang disimpan pada gudang itu sendiri. Di PT. PUPUK
KALIMANTAN TIMUR terdapat sebuah departemen yang bernama Departemen
Perencanaan, Penerimaan dan Pergudangan (Dept. P, P & P).
Di departemen ini belum ada klasifikasi untuk mengelompokkan item berdasarkan
karakteristik masing-masing item, klasifikasi yang ada hanya sebagai objek untuk
pengelolaan administratif di software. Belum adanya klasifikasi ini menyebabkan
tidak efektifnya pelayanan petugas gudang terhadap user. Selain itu, kompleksitas
masalah persediaan muncul ketika jumlah item dalam setiap jenis persediaan
semakin besar. Salah satu metode klasifikasi yang banyak digunakan adalah
klasifikasi ABC, namun klasifikasi ini hanya mengelompokkan objek berdasarkan
satu kriteria. Kenyataannya, item-item yang dikelola Dept. P, P & P tidak semuanya
memiliki karakteristik yang sama, ada beberapa item yang memiliki nilai tinggi
sedangkan frekuensi penggunaannya rendah ataupun sebaliknya. Dari keadaan
di atas, dapat diketahui bahwa tidak cukup hanya dengan satu kriteria tunggal
sebagai dasar untuk mengklasifikasikan item.
Salah satu cara untuk mengelompokkan objek dengan lebih dari satu kriteria
adalah menggunakan analisis cluster. Keuntungan dari analisis cluster adalah bisa
mengelompokkan data dalam cluster dengan karakteristik nilai data yang sama
atau mirip berdasarkan lebih dari satu kriteria. Oleh karena itu penelitian dalam
tugas akhir ini bertujuan untuk mengatasi kelemahan dari klasifikasi yang ada
sekarang dengan usulan metode klasifikasi baru untuk dengan
mempertimbangkan lebih dari dua kriteria untuk memperbaiki pengelolaan item di
gudang menggunakan analisis cluster serta mengevaluasi kebijakan inventori di
PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR.
Dari hasil analisis cluster nantinya didapatkan bahwa item chemical yang dikelola
perusahaan terbagi menjadi 9 cluster