Abstract :
Penelitian ini membahas tentang penerapan metode visual control di sebuah
perusahaan manufaktur, lebih tepatnya di area produksi yang disebut Back End
Streamline (BES). Operator di BES sering tidak mencapai target produksi karena
mereka tidak mengetahui jumlah produksi dan status performansi mereka (baik,
sedang, atau kurang). Operator juga tidak mandiri dalam mengambil keputusan
berkaitan dengan kegiatan produksi, karena mereka bergantung kepada Leader
dan Supervisor sebagai sumber informasi mengenai hal yang berkaitan dengan
produksi dan sebagai pengambil keputusan.
Visual control diterapkan di BES dengan tujuan untuk memudahkan Operator
mengakses informasi-informasi tersebut agar mereka dapat mengetahui target
produksi, memahami status performansi mereka, dan mengatur diri mereka sendiri
(tanpa bergantung pada perintah dari Leader atau Supervisor). Visual control
diterapkan dengan cara mengidentifikasi informasi-informasi yang ingin diberikan
kepada pekerja di BES, kemudian menampilkan informasi tersebut melalui media
yang disebut Performance Board. Penelitian ini juga membahas kegiatan
mendesain dan proses persiapan untuk implementasi Performance Board