Abstract :
Penelitian ini dilakukan di CV. Garuda yang merupakan sebuah distributor kayu
lapis. Kayu lapis yang dijual di CV. Garuda memiliki beberapa varian, tetapi dalam
penelitian ini akan difokuskan pada kayu lapis dengan ukuran 8 mm dan berwarna
putih. Saat ini belum terdapat pemilihan pemasok secara kompeten, pemilihan
pemasok hanya dilakukan secara intuitif dan mengutamakan satu kriteria saja yaitu
kriteria harga. Pemasok yang memiliki harga terendah akan dipilih menjadi pemasok
utama sehingga pembelian akan selalu diprioritaskan pada pemasok tersebut.
Pada penelitian ini akan digunakan enam kriteria utama yaitu harga, kualitas,
pengiriman, garansi dan layanan, kapasitas pemenuhan dan kondisi pemasok yang
dibagi menjadi 19 sub-kriteria dan juga terdapat tiga alternatif pemasok yang akan
dinilai. Penentuan urutan prioritas pemasok akan dihitung menggunakan dua
metode yaitu AHP dan TOPSIS. Hasil yang diperoleh dari perhitungan prioritas
dengan metode AHP menghasilkan pemasok CV. Prima Alam Sejati memiliki nilai
tertinggi yaitu 0,471, PT. Tunas Oetama Pacitan pada urutan kedua dengan nilai
0,293 dan UD. Tunas Subur pada urutan terakhir dengan nilai 0,236. Kemudian
untuk meranking pemasok dengan metode TOPSIS menghasilkan nilai 0,751 untuk
pemasok CV. Prima Alam Sejati 0,414 untuk pemasok PT. Tunas Oetama Pacitan
dan 0,308 untuk pemasok UD. Tunas Subur.