Abstract :
INTISARI
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi
Informasi di Indonesia menggunakan Scrumyang merupakan salah
satukerangka kerja berbasis Agile sebagai kerangka kerja
dalam pembangunan perangkat lunak mereka. Penggunaan Scrum
ini didasari oleh kebutuhan yang sering berubah-ubah dan
keperluan menyediakan software yang dapat dirasakan langsung
value-nya secara cepat. Akan tetapi, menggunakan Scrum bukan
berarti perusahaan akan terbebas dari risiko. Banyak risiko
yang muncul dari penggunaan kerangka kerja Scrum. Oleh
karena itu, dibutuhkan sebuah manajemen risiko yang dapat
mengenali risiko-risiko yang muncul terkait penggunaan
Scrum.
Penelitian ini mengidentifikasi risiko-risiko yang
dapat terjadi pada penggunaan Scrum sebagai kerangka kerja
dalam pembangunan perangkat lunak dari suatu perusahaan.
Proses untuk mendapatkan data dimulai dengan melakukan studi
literatur terhadap penelitian terkait. Penulis melakukan
wawancara kepada stakeholder Scrum dari beberapa perusahaan
untuk mengumpulkan data kualitatif. Perusahaan ini masingmasing
menggunakan Scrum sebagai kerangka kerja untuk
menghasilkan produk perangkat lunak mereka.
Hasil dari penelitian ini adalah daftar risiko yang
muncul dari penggunaan kerangka kerja Scrum di perusahaan
yang ada di Indonesia. Risiko tersebut telah dideskripsikan
secara kualitatif. Risiko-risiko yang berhasil
diidentifikasikan pada penelitian ini diharapkan dapat
berguna bagi perusahaan untuk membantu dalam pengambilan
kebijakan terkait penggunaan Scrum. Dengan demikian,
pengembangan perangkat lunak di Indonesia dapat berjalan
lebih baik.