Abstract :
Kota Yogyakarta terkenal dengan sebutan Kota Wisata. Terlihat dari kunjungan wisatawan
mancanegara dan nusantara pada tahun 2019 yaitu sebanyak 6.549.381 wisatawan serta
dampak terhadap perekonomian memiliki proporsi sebesar 45,9%. Jenis wisata ini dikenal
dengan cultural tourism dimana motivasi wisatawan yang berkunjung adalah karena adanya
daya tarik seni dan budaya di suatu tempat.
Malioboro merupakan salah satu landmark Kota Yogyakarta yang semakin diperkuat
dengan status Kawasan Cagar Budaya, namun selain menjadi objek wisata dan kawasan cagar
budaya, Malioboro juga sebagai pusat perdagangan, sejak dahulu hingga sekarang. Andong
merupakan salah satu atraksi wisata budaya yang hingga saat ini masih eksis di Kawasan
Malioboro. Tidak hanya andong, adapula becak sebagai transportasi tradisional yang masih
eksis di kawasan Malioboro.
Keberadaan andong dan becak yang merupakan warisan budaya semakin memperkuat karakter Kawasan Malioboro sebagai cultural tourism atau wisata budaya namun, tidak memiliki fasilitas parkir. Adapun rencana pemerintah Kota Yogyakarta terhadap Jalan
Malioboro adalah sebagai kawasan pedestrian, sehingga tingkat kemudahan pencapaian pejalan kaki terhadap objek wisata sangat berpengaruh pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.