Abstract :
SDN Ngupasan merupakan salah satu peninggalan sekolah yang didirikan oleh Belanda dan masih dilestarikan hingga saat ini. Didirikan pada tahun 1912 di pusat Kota Yogyakarta,
Malioboro, SDN Ngupasan menerapkan gaya arsitekktur Indis Transisi dan telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya menurut Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia No. PM25/ PW. 007/ MKP/ 2007. Namun, hingga saat ini, SDN Ngupasan terlihat kurang memanfaatkan gelarnya sebagai Bangunan Cagar Budaya, terlihat
dari terdapat beberapa perubahan minor pada fisik SDN Ngupasan, adanya penambahan serta pengurangan elemen pada SDN Ngupasan yang tidak memerhatikan gaya arsitektur indis
transisi, serta bangunan terlihat kurang terawat. Oleh sebab itu, SDN Ngupasan memerlukan adaptasi untuk mengembangkan bangunan cagar budaya untuk kegiatan yang lebih sesuai
dengan kebutuhan masa kini dengan melakukan perubahan terbatas yang tidak akan mengakibatkan kemerosotan nilai pentingnya atau kerusakan pada bagian yang memiliki nilai
penting. Adaptasi SDN Ngupasan diwujudkan dengan pengalihan fungsinya menjadi Batik Center dengan memertahankan gaya arsitetktur indis transisi, serta pengolahan tata ruang
dalam Batik Center yang edukatif dan rekreatif.