Abstract :
Solo sebagai kota budaya merupakan pelopor seni, baik tradisional, klasik
maupun kontemporer, dengan background sejarahnya yang kuat. Sebagai kota
budaya, Solo memiliki institusi-institusi seni yang banyak melahirkan senimanseniman
berbakat dan merupakan lahan yang subur bagi perkembangan seni
modern baik visual art maupun performing art-nya. Dari uraian diatas, kota Solo
sebagai pusat budaya sekaligus pusat keberagaman unsur-unsur budaya yang
masuk, belum mempunyai tempat yang memadai untuk kegiatan seni modern
yang terpadu.
Generasi muda seiring berkembangnya waktu menjadi lupa akan musikmusik
nenek moyang yang berkembang di Indonesia. Salah satunya adalah
musik Keroncong, dimana musik yang mempunyai nada yang khas dengan
mendayu-dayu. Musik yang notabene untuk kalangan tua, tetapi kini keroncong
juga berkembang. Karena tidak hanya membuat lagu-lagu jaman dahulu saja,
sekarang Keroncong bisa dipadukan dengan musik apa saja. Menjadikannya
lebih modern, sperti gebrakan yang dilakukan oleh Djaduk dengan grup
Keroncong miliknya. Beliau memadukan musik Keroncong dengan aliran sperti
Pop, Jazz, Rock, BossaNova, dll. Dan terbukti mampu menonjolkan
keistimewaan Keroncong itu. Sukses memadukan berbagai genre ke dalam
balutan musik keroncong, untuk membuat keroncong lebih modern sehingga
mampu menarik minat para generasi muda agar tidak malu untuk menyukai
Keroncong. Oleh karena itu permasalahan tersebut dijadikan dasar untuk
merancang para komunitas pencinta Keroncong dan Masyarakat yg ingin belajar
mengenal atau memainkan musik keroncong dengan wujud rancangan
Keroncong Education Center di Solo sebagai sarana mencipta, menampilkan
dan berkomunitas yang menarik bagi para generasi muda melalui transformasi