Abstract :
Pertumbuhan penduduk DIY selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan penduduk tersebut meningkatkan kebutuhan pokok akan papan /
rumah namun kesediaan lahan yang terbatas menyebabkan urbanisasi akibat
kemampuan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) memiliki rumah di luar
kawasan perkotaan sedangkan rutinitas masyarakat perkotaan berada di kota. Oleh
sebab itu hunian bentuk rumah susun adalah solusi untuk efisiensi lahan
permukiman di kawasan perkotaan dengan sifat rumah susun yang sederhana dan
ekonomis sesuai kemampuan MBR. Rusunawa dirasa tidak menyelesaikan
masalah keterbatasan lahan dan urbanisasi karena tujuan rusunawa sebagai tempat
tinggal sementara. Status rumah susun hak milik adalah solusi untuk
permasalahan keterbatasan lahan sesuai kemampuan MBR.
Rusunami dirancang dalam upaya mengubah budaya masyarakat dari
kebiasaan hunian horizontal menjadi hunian vertikal sehingga minat MBR untuk
tinggal di rusunami meningkat. Salah satu caranya yaitu dengan membawa
suasana hunian horizontal perumahan perkotaan dan diterapkan pada rusunami.
Unsur perumahan perkotaan yang sederhana dari segi desainnya memiliki ciri
yaitu minimalis (ekonomis), modern, dan fungsional sehingga digunakan
pendekatan arsitektur brutalisme sebagai konsep perancangan.
Konsep desain rusunami secara fisik dengan pengolahan dan penerapan
suprasegmen arsitektur perumahan horizontal modern ke rusunami dengan
mengedepankan prinsip arsitektur brutalisme. Secara non fisik dengan penerapanpenerapan
kegiatan yang biasa dilakukan pada lingkungan perumahan horizontal.
Aspek fisik dan non fisik tersebut sebagai konsep dasar pembentukan ruang luar
dan ruang dalam pada rusunami sehingga diharapkan sebagian besar suasana
perumahan horizontal di perkotaan bisa dirasakan di rusunami