Abstract :
Investasi merupakan keputusan yang beresiko karena memerlukan modal yang
besar pada awal penanamannya dan berharap memperoleh keuntungan diwaktu
yang akan datang. Guna meminimalisis resiko kerugian perlu diadakannnya suatu
studi analisis kelayakan terhadap investasi. Analisis kelayakan investasi yang
dimaksud dalam tugas akhir ini adalah analisis kelayakan investasi hotel Royal
Dharmo di Kota Yogyakarta.
Analisis akan dilakukan dengan metode Net Present Value (NPV), Revenue Cost
Ratio (RCR), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Return On
Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak, serta tingkat pengembalian modal
sendiri (Return On Equity). Metode tersebut akan dijadikan parameter kelayakan
sebuah investasi hotel. Sebagai pelengkap metode penelitian, penggunaan analisis
sensitifitas diterapkan dengan variabel Tingkat Penghuni Kamar (TPK), suka
bunga (i), dan Investasi Total (I). Variabel diatas akan mengalami perubahan
sebesar ? 30% hingga + 30% dari nilai awal, kemudian dilakukan pengamatan
terhadap parameter pengukur yang ada. Jika suatu perubahan kecil variabel dapat
merubah secara drastis nilai parameter pengukur kelayakan maka dikatakan
variabel tersebut sangat sensitif terhadap parameter. Berbanding sebaliknya, jika
perubahan drastis pada variabel hanya berpengaruh sedikit pada parameter
kelayakan maka dikatakan variabel tersebut relatif insensitif.
Hasil penelitian tugas akhir menyatakan Hotel Royal Dharmo layak sebagai salah
satu hotel untuk berinvestasi. Nilai dari parameter yang didapat adalah NPV Rp.
81.770.727.244, RCR 1,413 , IRR 23,435 %, BEP 6 tahun 24 hari, BEP
Okupansi 31,1%, ROIb 1,988 , ROIa 1,689 dan RE 1,209.