Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
DWI ASTUTI, ANASTASIA MARGARETA
Subject
Struktur
Datestamp
2014-11-07 10:32:34
Abstract :
Sungai Code terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sekitarnya
dimanfaatkan untuk pemukiman penduduk. Banjir terkadang melanda daerah
pemukiman Gondolayu Lor akibat luapan sungai. Untuk mengurangi resiko air
masuk ke dalam rumah, maka peil bangunan rumah seharusnya lebih tinggi dari
tinggi air yang ada di bantaran saat terjadi banjir.
Perhitungan debit banjir menggunakan data hidrologi berupa data curah
hujan di Stasiun Kemput, Prumpung dan Gemawang dari tahun 2003 hingga
2012. Data dianalisis menggunakan analisis frekuensi. Perhitungan Luas DAS
Code dari hulu hingga Gondolayu Lor diperoleh sebesar 29,108 km2
menggunakan Metode Thiessen dan perhitungan debit banjir menggunakan
Metode Weduwen. Tampang Sungai Code di wilayah Gondolayu Lor ditinjau
dengan tiga penampang saat kondisi tanpa endapan sedimen dan analisa kecepatan
sungai menggunakan Koefisien Manning. Dengan kondisi penampang sungai
yang ditinjau, tidak terjadi luapan air sungai sampai debit banjir kala ulang 50
tahun. Namun, ditinjau saat erupsi Gunung Merapi yang mengakibatkan endapan
mencapai bibir sungai di bawah dinding tanggul, sehingga terjadi luapan pada
kala ulang 25 tahun dan 50 tahun. Analisa tinggi genangan dengan debit banjir 50
tahun mencapai 0,2673 m.
Tinggi peil minimum bangunan agar aman dari banjir adalah 0,5 m agar
praktis dalam pengerjaan di lapangan. Untuk perhitungan yang lebih akurat,
sebaiknya data curah hujan yang digunakan lebih panjang periode waktunya dan
memperhitungkan adanya debit limbah yang masuk ke Sungai Code.