Abstract :
Salah satu perencanaan struktur tahan gempa adalah bangunan dengan
menggunakan sistem ganda (dual system), sistem ganda adalah sebuah sistem
gabungan yang menggunakan dua sistem berbeda, diharapkan struktur tersebut
dapat bekerja bersama untuk mengurangi gaya gempa, meningkatkan kekakuan
struktur dan keamanan dari struktur tersebut, salah satu struktur yang menggunakan
sistem ganda adalah gedung Mataram City Yogyakarta.
Keamanan dari struktur gedung Mataram City Yogyakarta dapat dievaluasi
menggunakan level kinerja dengan mengacu pada ATC-40, performance point
adalah pertemuan antara respons spektrum dibandingkan dengan kurva kapasitas
yaitu hubungan atara gaya geser dasar struktur dengan perpindahan atau sering
disebut pushover. Salah satu metode untuk menentukan performance point dengan
menggunakan Capacity Spektum Method (CSM), dengan mengubah kedua kurva
kedalam format Acceleration-Displacemet Response Spectra (ADRS) dan
mereduksi secara iteratif kurva Demand, dari kurva pushover dapat digunakan
untuk menentukan nilai daktilitas aktual suatu struktur. Dengan mengevaluasi
kinerja dari struktur tersebut dapat diketahui bagian mana saja yang mengalami
sendi plastis dan apakah struktur tersebut sesuai dengan filosofi ?Strong column
weak beam?.
Dengan adanya evaluasi kinerja struktur serta melihat terbentuknya sendi
plastis dan level kinerja dari bangunan tersebut, dapat direncanakan struktur yang
efisien. Dari perfomance point gedung tersebut masi dalam level Immeddiate
Occupancy, dengan pola beban ragam tinggi yang lebih menentukan untuk gedung
dengan bertingkat tinggi didapat gaya geser dasar (V) 6266.118 kN untuk arah
sumbu X dan 5950.692 kN untuk arah sumbu Y dengan perpindahan (D) 0.142m
untuk arah sumbu X dan 0.251m untuk arah sumbu Y, dan dari gedung tersebut
didapat daktilitas aktual arah sumbu X senilai 1.919 dan arah sumbu Y senilai
3.3504.