Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
BRAHMASTRA PRADANA, PUTU REZA
Subject
Transportasi
Datestamp
2014-11-07 12:53:54
Abstract :
Lapis Aspal Beton (LASTON) merupakan suatu lapisan pada konstruksi
jalan raya, yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang bergradasi
menerus, dicampur, dihampar, dan dipampatkan dalam keadaan panas pada suhu
tertentu. Pada saat ini kebutuhan akan jalan raya sebagai penghubung daerah satu
ke daerah lainnya pun semakin meningkat, sehingga diperlukan kualitas lapis
perkerasan yang dapat mendukung kebutuhan tersebut dan memiliki kualitas yang
baik. Oleh sebab itu penggunaan agregat menjadi salah satu faktor terpenting yang
digunakan untuk mendapatkan kualitas lapis perkerasan yang baik. Salah satunya
adalah penggantian agregat halus dengan abu vulkanik yang berasal dari erupsi
gunung kelud yang nantinya akan digunakan dalam pembuatan beton aspal.
Pada penelitian ini yang ditinjau adalah pengaruh penambahan abu vulkanik
sebagai pengganti agregat halus pada campuran beton aspal terhadap karakteristik
Marshall yang meliputi density, Void Filled With Asphalt (VFWA), Void In The
Mix (VITM), stabilitas, flow, dan Marshall Quontient (QM). Penelitian ini
menggunakan metode Marshall yang digunakan pada beberapa variasi
perbandingan benda uji. Variasi perbandingan terhadap agregat halus antara pasir
alami (A) dengan abu vulkanik (AV), yaitu 4A : 0AV, 3A : 1AV, 2A : 2AV, 1A :
3AV, 0A : 4AV dengan variasi kadar aspal 5.5%, 6%, 6.5%, 7%.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pada campuran beton aspal dengan
penambahan abu vulkanik, karakteristik Marshall seperti density, VFWA,
stabilitas, dan flow lebih rendah daripada campuran beton aspal normal kecuali
nilai VITM dan Quontient Marshall. Hampir semua nilai VFWA memenuhi
syarat, kecuali pada campuran dengan kadar aspal 5.5% dan variasi perbandingan
3A : 1AV, 2A : 2AV, 1A : 3AV, 0A : 4AV, kadar aspal 6% dan variasi
perbandingan 2A : 2AV, 0A : 4AV, kadar aspal 7% dan variasi perbandingan 0A :
4AV. Nilai VITM yang memenuhi syarat pada kadar aspal 6% - 7% tanpa abu
vulkanik dan kadar aspal 7% dengan variasi 3A : 1AV, 1A : 3AV. Semua nilai
flow dan stabilitas memenuhi persyaratan. Nilai QM yang memenuhi persyaratan
pada kadar aspal 5.5%, 6%, 6.5%, 7% dengan variasi perbandingan 3A : 1AV,
kadar aspal 7% dengan variasi perbandingan 2A : 2AV dan 1A : 3AV. Menurut
SKBI-3.4.26.1987, kadar aspal optimum diperoleh pada campuran aspal 7%
dengan variasi perbandingan 3A : 1AV dan 1A : 3AV.