Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Astuti, Monica Anjar Wiji
Subject
Tekno Lingkungan
Datestamp
2013-04-22 08:18:09
Abstract :
Penyakit filariasis (kaki gajah) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.
Salah satu upaya pemberantasan filariasis yaitu dengan mengendalikan vektornya yaitu Culex
quinquefasciatus. Bunga kecombrang (Nicolaia spesiosa Horan) memiliki potensi sebagai larvasida
alami. Kandungan ekstrak bunga kecombrang antara lain flavonoid, alkaloid dan saponin.
Flavonoid, alkaloid dan saponin pada penelitian lain dengan ekstrak dari bahan tumbuhan lain telah
terbukti memiliki efek larvasida terhadap larva Culex quinquefasciatus. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui daya bunuh ekstrak bunga kecombrang (Nicolaia spesiosa Horan) terhadap larva
Culex quinquefasciatus dan mengetahui konsentrasi yang efektif sebagai larvasida. Jenis penelitian
ini adalah eksperimental laboratorium dilakukan di Laboratorium Teknobio-Lingkungan
Universitas Atmajaya yogyakarta. Sampel penelitian adalah larva nyamuk Culex quinquefasciatus.
Bahan penelitian berupa ekstrak bunga kecombrang. Objek dibagi dalam 5 perlakuan, masingmasing
berisi 10 ekor larva dan dilakukan 3 kali ulangan. Perlakuan ekstrak bunga kecombrang
masing-masing dengan konsentrasi 50.000 ppm, 55.000 ppm, 60.000 ppm, 65.000 ppm dan 70.000
ppm. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam dan dihitung jumlah larva yang mati. Data yang
diperoleh dianalisis Probit yaitu LC50 didapatkan pada konsentrasi 52.087,360 ppm dan LC80 pada
konsentrasi 61.294,941. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa ekstrak
bunga kecombrang (Nicolaia spesiosa Horan) memiliki pengaruh terhadap mortalitas larva Culex
quinquefasciatus dengan LC50 didapatkan pada konsentrasi 52.087,360 ppm dan LC80 pada
konsentrasi 61.294,941.