Abstract :
Pembangunan proyek konstruksi di kota Yogyakarta saat ini sangat pesat.
Dalam pembangunan proyek konstruksi, sebagian besar kontraktor tidak menyadari
akan pentingnya jalur evakuasi darurat (Emergency Exit) bagi para pekerja. Jalur
evakuasi darurat sangat penting untuk keselamatan, keamanan, dan kenyamanan
para pekerja bangunan. Dengan adanya jalur evakuasi darurat pada proyek
konstruksi, dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja di proyek tersebut.
Sehingga dapat memperlancar proses pembangunan proyek konstruksi. Apabila
terjadi kecelakaan kerja pada proyek kontruksi dapat menimbulkan kerugian bagi
para pekerja dan kontraktornya. Oleh sebab itu jalur evakuasi darurat sangat
berperan penting dalam sebuah pembangunan proyek konstruksi.
Data penelitian didapatkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada
Kontraktor dan Pekerja Bangunan dengan jumlah responden sebanyak 82 orang,
terdiri dari 41 Kontraktor dan 41 Pekerja bangunan. Analisis data dilakukan dengan
metode mean, Standar Deviasi, dan korelasi Pearson untuk mengetahui ada
tidaknya hubungan antara ?Ketersediaan Jalur Evakuasi Darurat dan Waktu
Penyelesaian Proyek Konstruksi?.
Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson, ketersediaan jalur evakuasi
darurat dan waktu penyelesaian proyek konstruksi terdapat hubungan yang
signifikan. Analisis mean total rata ? rata tertinggi untuk pekerja dan kontraktor
adalah 3,13 ?Pengaruh rasa aman dan nyaman pekerja terhadap Durasi Proyek?.
Penilaian ini menyimpulkan bahwa point tersebut sudah baik. Berdasarkan hasil
total rata ? rata mean terendah adalah 1,42 untuk pekerja dan 1,44 untuk kontraktor
tentang pertanyaan umum bagian C. ?Perusahaan mengikutsertakan pekerja pada
pelatihan mengenai prosedur evakuasi darurat saat terjadi kecelakaan atau bencana
alam pada proyek?, ?Perusahaan memberlakukan pemberian sanksi bagi pekerja
yang melanggar peraturan tersebut?, ?Perusahaan memberikan briefing mengenai
prosedur jalur evakuasi darurat setiap hari sebelum proyek dimulai?, ?Terdapat
jalur - jalur penyelamatan yang cukup sebagai jalur alternatif dalam keadaan
darurat?. Point tersebut membutuhkan perhatian khusus dari kontraktor.