DETAIL DOCUMENT
KAJIAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN JALUR EVAKUASI DARURAT DAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Ramba, Juniastuti
Subject
Manajemen Konstruksi 
Datestamp
2014-11-10 13:06:45 
Abstract :
Pembangunan proyek konstruksi di kota Yogyakarta saat ini sangat pesat. Dalam pembangunan proyek konstruksi, sebagian besar kontraktor tidak menyadari akan pentingnya jalur evakuasi darurat (Emergency Exit) bagi para pekerja. Jalur evakuasi darurat sangat penting untuk keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pekerja bangunan. Dengan adanya jalur evakuasi darurat pada proyek konstruksi, dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja di proyek tersebut. Sehingga dapat memperlancar proses pembangunan proyek konstruksi. Apabila terjadi kecelakaan kerja pada proyek kontruksi dapat menimbulkan kerugian bagi para pekerja dan kontraktornya. Oleh sebab itu jalur evakuasi darurat sangat berperan penting dalam sebuah pembangunan proyek konstruksi. Data penelitian didapatkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada Kontraktor dan Pekerja Bangunan dengan jumlah responden sebanyak 82 orang, terdiri dari 41 Kontraktor dan 41 Pekerja bangunan. Analisis data dilakukan dengan metode mean, Standar Deviasi, dan korelasi Pearson untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara ?Ketersediaan Jalur Evakuasi Darurat dan Waktu Penyelesaian Proyek Konstruksi?. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson, ketersediaan jalur evakuasi darurat dan waktu penyelesaian proyek konstruksi terdapat hubungan yang signifikan. Analisis mean total rata ? rata tertinggi untuk pekerja dan kontraktor adalah 3,13 ?Pengaruh rasa aman dan nyaman pekerja terhadap Durasi Proyek?. Penilaian ini menyimpulkan bahwa point tersebut sudah baik. Berdasarkan hasil total rata ? rata mean terendah adalah 1,42 untuk pekerja dan 1,44 untuk kontraktor tentang pertanyaan umum bagian C. ?Perusahaan mengikutsertakan pekerja pada pelatihan mengenai prosedur evakuasi darurat saat terjadi kecelakaan atau bencana alam pada proyek?, ?Perusahaan memberlakukan pemberian sanksi bagi pekerja yang melanggar peraturan tersebut?, ?Perusahaan memberikan briefing mengenai prosedur jalur evakuasi darurat setiap hari sebelum proyek dimulai?, ?Terdapat jalur - jalur penyelamatan yang cukup sebagai jalur alternatif dalam keadaan darurat?. Point tersebut membutuhkan perhatian khusus dari kontraktor. 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta