Abstract :
Dalam pekerjaan konstruksi, mayoritas pekerjaan adalah pekerjaan pembetonan. Kontraktor harus memikirkan dengan cermat jumlah material yang akan dipesan kepada supplier. Biaya material pembetonan tersebut merupakan
salah satu dari yang terbesar pada keseluruhan biaya, sehingga sudah sewajarnya pelaksana proyek memberikan perhatian lebih pada proses pengadaannya. Salah satu hal yang menunjang keberhasilan dalam proses ini adalah pemilihan supplier material yang tepat. Pemilihan supplier material biasanya berdasarkan pada harga terendah dengan persyaratan kualitas dan ketentuan waktu penyerahan. Namun demikian terdapat faktor lain yang juga harus dipertimbangkan sebelum menentukan supplier yang akan menyediakan kebutuhan material.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang dipertimbangkan kontraktor dalam memilih supplier material non-fabrikasi. Faktor-faktor tersebut dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu keadaan umum supplier, keadaan pelayanan supplier dan keadaan material dari supplier. Dalam pengolahan data, digunakan metode analisis mean dan standard deviasi yang kemudian akan di ranking tiap bagian sehingga ditemukan faktor yang paling berpengaruh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemilihan supplier pada material semen, agregat, tulangan dan bekesting pada peringkat pertama adalah pemilihan berdasarkan keadaan keadaan material dari supplier, pada peringkat kedua adalah berdasarkan keadaan pelayanan supplier dan diperingkat ketiga adalah berdasarkan keadaan umum supplier.