Abstract :
Produk-produk makanan yang dibuat dengan campuran lain daripada seharusnya sering kali sulit
dibedakan, misalnya pada bakso yang dagingnya telah dihancurkan dan dicampur dengan
berbagai bahan lainnya. Kemajuan teknologi di bidang molekuler kemudian menjadi pilihan
untuk mengidentifikasi cemaran daging lain. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis
daging yang digunakan dalam pembuatan bakso sapi dari beberapa pasar di kota Yogyakarta
menggunakan teknik PCR ? RFLP. Tahapan penelitian ini terbagi dua, yaitu sampling pasar dan
analisis laboratorium. Sampel bakso sapi diambil dari beberapa pasar di kota Yogyakarta pada
bulan Februari 2010 dan Juli 2011. Analisis laboratorium terdiri dari isolasi DNA, amplifikasi
DNA dan analisis RFLP. Enzim restriksi AluI dan RsaI yang digunakan memotong DNA
menjadi beberapa fragmen, sedangkan enzim BamHI tidak berhasil memotong fragmen cyt b.
Hasil RFLP menunjukkan 23,07% sampel bakso sapi terkontaminasi daging jenis lain, yang
terdiri dari 7,69% terkontaminasi daging babi dan 15,38% terkontaminasi daging ayam.