Abstract :
Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian-penelitian sebelumnya
yang pernah dilakukan oleh Bintoro (2012), Hehanussa (2012), Sanjaya (2012),
Patriatama dan Bintoro (2013), dan Suryani dan Bintoro (2013) mengenai sistem
logistik bencana Gunung Merapi. Penelitian ini mengembangkan model distribusi
logistik bencana. Pengembangan ini dimaksudkan agar model menjadi lebih
praktis dan implementatif, serta memiliki waktu komputasi pencarian solusi dapat
dilakukan dengan cepat.
Model distribusi logistik bencana dikembangkan dengan menggunakan model
Mixed Integer Linear Programming (MILP) dengan tujuan untuk meminimasi total
rasio permintaan yang tidak terpenuhi untuk seluruh komoditas pada seluruh titik
permintaan sampai pada akhir periode perencanaan. Pencarian solusi model
dilakukan dengan software LINGO 13.0 dengan metode Branch and Bound.
Selain software LINGO 13.0, penelitian ini juga menggunakan Ms. Excel sebagai
tools pembantu.
Hasil pengujian dengan contoh numerik yang berasal dari studi kasus Suryani
dan Bintoro (2013) yang telah dimodifikasi, berhasil mendapatkan alokasi
komoditas (barang bantuan) ke setiap titik permintaan, alokasi kendaraan yang
digunakan, serta rute kendaraan dengan waktu komputasi yang sangat singkat.
Waktu komputasi dengan menggunakan software tersebut sangat dipengaruhi
oleh jumlah variabel biner. Perkembangan teknologi serta penerapannya dalam
DRO akan sangat membantu dalam pengambilan keputuan yang cepat dan
berdaya guna