Abstract :
Hotel diklasifikasikan menjadi 2 kelas yaitu hotel bintang dan hotel non bintang.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Yogyakarta pada April 2014
mencapai 51,35 persen sedangkan untuk hotel non bintang mencapai 25,34
persen. Masing-masing hotel memiliki pekerja shift dibagian housekeeping yang
mempunyai job description tidak jauh berbeda. Jika dilihat dari klasifikasi hotel
kedua hotel memiliki perbedaan beban kerja pekerja housekeeping. Sample hotel
yang dipilih adalah satu hotel kelas bintang tiga (3) sebagai perwakilan dari hotel
bintang dan satu hotel kelas melati tiga (3) perwakilan dari hotel non bintang.
Beban kerja yang diteliti terdiri dari beban kerja fisik dan beban kerja psikososial.
Beban kerja fisik adalah beban yang diterima oleh fisik akibat adanya aktivitas
kerja, sedangkan beban kerja psikososial adalah gabungan antara beban kerja
psikologi dan beban kerja sosial. Beban kerja fisik dilakukan dengan pengukuran
denyut jantung yang nantinya akan di konversikan ke (Rating Perceived of
Exertion) RPE Skala Borg yang kemudian akan diolah menggunakan software
statistik. Beban kerja psikosoisal dilakukan dengan penyebaran kuisioner
(Copenhagen Psychosocial Questionnaire) COPSOQ versi pendek yang hasilnya
akan diolah menggunakan software statistik.
Hasil dari pengukuran beban kerja fisik menunjukkan bahwa antara pekerja shift
hotel bintang dan hotel non bintang tidak menunjukkan perbedaan beban kerja
secara signifikan begitu pula dengan beban kerja psikososial. Faktor yang
mempengaruhi hasil beban kerja fisik adalah intensitas pekerjaan dikedua hotel
yang tidak berbeda jauh serta durasi bekerja pekerja di kedua hotel selama satu
shift. Kedua hotel menerapkan sistem rotasi pada pekerja shift di kedua hotel
sehingga pekerja bisa beradaptasi dengan baik dengan diri sendiri maupun
dengan lingkungan sosialnya, oleh karena itu perbedaan beban kerja psikososial
kedua hotel tidak berbeda secara signifikan.