Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
Laksma Paramestha, Dominico
Subject
Sistem Kerja
Datestamp
2014-11-14 08:40:09
Abstract :
Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) merupakan kasus distribusi untuk
mencari rute distribusi ke beberapa konsumen dengan beberapa kendaraan yang
memiliki kapasitas yang sama. Solusi yang ada pada umumnya menghasilkan
rute yang meminimumkan ongkos perjalanan. Pada penelitian terdahulu untuk
kasus CVRP, keseimbangan beban kerja (load balancing) kurang diperhatikan,
antara lain terlihat pada besarnya rentang load kendaraan. Best Known Solution
(BKS) untuk CVRP mencatat nilai objektif yang paling kecil dari penelitian CVRP
yang telah ada, namun dari data BKS load kendaraan yang dihasilkan
menunjukan rentang load kendaraan yang tinggi cukup tinggi. Sehingga
diperlukan solusi yang mampu menghasilkan rute untuk CVRP yang
meminimumkan ongkos perjalanan sekaligus meminimalkan rentang load
kendaraan atau bisa disebut Capacitated Vehicle Routing Problem with Load
Balancing (CVRPLB). Pada penelitian ini load balancing didefinisikan sebagai
rentang load kendaraan yang minimum.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan program yang mampu menghasilkan
rute untuk CVRP yang meminimumkan ongkos perjalanan sekaligus
meminimumkan rentang load kendaraan. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Multi-objective Particle Swarm Optimization (MOPSO).
MOPSO merupakan pengembangan dari PSO yang memiliki kemampuan untuk
menyelesaikan kasus dengan 2 atau lebih fungsi tujuan. Program yang dibuat
dituliskan dengan bahasa pemrograman C#. Algoritma MOPSO sudah dituliskan
dalam library M3PSO yang merupakan produk dari ET-Lib sehingga penulis
hanya perlu melakukan penyesuaian algoritma MOPSO dalam menyelesaikan
kasus CVRPLB.
Program dijalankan dengan beberapa percobaan dengan mengubah jumlah
kendaraan untuk mendapatkan solusi yang feasible sehingga dapat
dibandingkan dengan BKS untuk melihat kualitas dari solusi. Solusi akan
dianggap baik jika rute yang dihasilkan memiliki ongkos perjalanan yang tidak
jauh berbeda dengan BKS dengan rentang load kendaraan yang lebih kecil dan
sebaliknya. Sehingga pada akhirnya program yang dihasilkan dalam penelitian ini
dapat menjadi tools untuk membantu mengambil keputusan dalam memilih rute
distribusi.