Abstract :
Pada zaman era globalisasi sekarang ini usaha pemenuhan kebutuhan hidup manusia tidak terlepas dari dunia pekerjaan. Kebutuhan ekonomi menjadi prioritas setiap individu untuk dapat hidup berkecukupan serta sejahtera dalam menjalani kehidupannya. Dalam pelaksaan suatu proyek konstruksi, pengendalian biaya merupakan bagian yang penting. Salah satu variabel yang harus dikendalikan adalah tenaga kerja (Zhan, 1998), dimana faktor tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya yang menjadi penentu keberhasilan suatu proyek. Kualitas dan biaya dari tenaga kerja ini tergantung pada usaha dan performa dari tenaga kerja, serta pengendalian, pengawasan, dan peranan dari pihak manajemen. Biaya tenaga kerja dapat mengalami penyimpangan pada kondisi aktualnya karena adanya kesalahan pada saat estimasi biaya tenaga kerja, fluktuasi pada prokduktifitas pekerja selama pelaksanaan proyek (Ritz, 1994). Salah satu sumber permasalahan proyek yang mempengaruhi terjadinya penyimpangan biaya tenaga kerja adalah masalah rekrutmen tenaga kerja.
Penelitian ini dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner dengan sasaran respondennya adalah pihak kontraktor dan manajeman kostruksi (MK) yang sedang menangani proyek konstruksi di wilayah jawa tengah yang dipilih secara
acak. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai mean dan SD (standard deviation) untuk mengetahui peringkat faltor-faktor risikonya, serta analisis korelasi spearman rank untuk mengetahui pendandingan urutan peringkat sumber-sumber risiko di jawa tengah dengan di jabodetabek.
Hasil analisis data menunjukan bahwa yang menduduki peringkat tertinggi adalah kinerja tidak sesuai dengan yang diharapkan nilai mean 4,6563, dan yang menduduki peringkat terendah adalah tambahan waktu untuk merekrutnya dengan nilai mean 1,5313.
Hasil analisis spearman rank mengenai perbandingan urutan peringkat antara peringkat sumber-sumber risiko dalam rekrutmen tenaga kerja yang mempengaruhi biaya tenaga kerja pada proyek dijawa tengah dengan peringkat
sumber-sumber risiko dalam rekrutmen tenaga kerja yang mempengaruhi biaya tenaga kerja pada proyek di jabodetabek menunjukkan nilai signifikansi <0,05 sehingga, dapat disimpulkan ada hubungan atau memiliki kemiripan peringkat.