Abstract :
Pekerja merupakan aset penting bagi perusahaan, sebagian besar produktivitas
perusahaan ditentukan oleh bagaimana cara pekerja melakukan pekerjaanya.
Masih banyak perusahaan yang proses produksinya tidak didukung oleh metode
yang standar dan fasilitas kerja yang ergonomis, sehingga menyebabkan pekerja
sering mengalami keluhan-keluhan muskuloskeletal. Java Art Stone merupakan
industri kerajian batu alam yang terletak di Yogyakarta dengan 3 orang pekerja.
Tiga proses utama dalam pekerjaannya, yaitu proses pemotongan dan
penghalusan material, proses pemahatan, dan proses finishing. Proses
pemahatan merupakan proses yang menimbulkan keluhan muskuloskeletal,
karena proses pengerjaanya yang paling lama dan dilakukan dengan postur
yang kurang natural, yaitu duduk dengan kepala menunduk dan punggung yang
membungkuk selama kurang lebih 7 jam sehari, serta hanya dilakukan dengan
fasilitas kerja yang seadanya.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki postur kerja pekerja Java Art Stone,
sehingga dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal dan waktu proses
pemahatan para pekerja Java Art Stone. Perbaikan postur kerja dilakukan
dengan menambah fasilitas kerja berupa meja pahat dan kursi. Pengukuran
postur kerja dilakukan dengan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment),
keluhan muskuloskeletal diukur dengan kuesioner Nordic Body Map, dan waktu
proses pemahatan dilakukan dengan mengukur waktu pemahatan 5 buah
ornamen motif balinan berukuran 30X30X5 cm pada masing-masing pekerja.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan software minitab 16.
Hasil analisis data menunjukan bahwa penambahan fasilitas kerja berupa meja
pahat dan kursi dapat memperbaiki postur kerja, hal ini dilihat dari skor RULA
yang mengalami penurunan sebesar 21,875%. Perbaikan postur kerja dapat
menurunkan keluhan muskuloskeletal pada ketiga pekerja, hal ini terlihat dari
rata-rata skor kuesioner Nordic Body Map yang mengalami penurunan sebesar
10%. Perbaikan postur kerja juga dapat mengurangi waktu proses pemahatan
operator Java Art Stone yang terbukti dengan berkurangnya waktu pemahatan
para pekerja sebanyak 2,136% pada pemahatan produk dengan jenis dan
ukuran yang sama.