Abstract :
Pada masa ini perusahaan utamanya yang bergerak pada sektor industri kerajinan hampir semua
mengalami masalah yang sama yaitu harus dapat menekan biaya produksinya tanpa mengurangi
mutu dan spesifikasi yang diinginkan pelanggan. Biaya produksi merupakan biaya yang terjadi
dalam hubungannya untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi yang siap dipasarkan.
Selama ini perusahaan batik NAKULA SADEWA memang telah melakukan perhitungan harga
pokok produksi, namun perhitungan yang dilakukan oleh perusahaan hanya bersifat perhitungan
sederhana dan tidak berdasarkan pada kaidah akuntansi biaya. dalam penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa perusahaan batik NAKULA SADEWA belum menghitung harga pokok
produksinya secara tepat. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang menemukan
perbedaan perhitungan sebesar 28,91 % untuk batik sederhana, 19,20 % untuk batik menengah,
dan 0,75 % untuk batik Rumit. Perusahaan batik NAKULA SADEWA tidak membedakan biaya
listrik untuk kebutuhan kegiatan produksi serta biaya listrik untuk kebutuhan non produksi. Hal
ini juga meuupakan salah satu penyebab ketidakakuratan perhitungan harga pokok produksi yang
dilakukan oleh perusahaan batik NAKULA SADEWA.