Abstract :
Menurut Naomi Wolf (Beauty Myth, 1991) kecantikan adalah benteng
pertahanan perempuan yang sekarang diserang oleh produsen kecantikan, setelah
perempuan mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara yang setara dengan
mitra laki-laki. Oleh karenanya kecantikan selalu melekat pada unsur feminitas
bukan maskulinitas. Konstruksi ini telah berlaku sepanjang sejarah perempuan
sehingga kecantikan dipandang sebagai sesuatu yang objektif dan universal yang
inheren dalam diri perempuan.
Wanita indonesia saat ini telah memasuki irama kehidupan modern yang
dinamis. Berbagai profesi yang dulu belum dapat dimasuki oleh kaum wanita kini
semakin terbuka lebar. Hal ini disebabkan semakin terbukanya pintu informasi
yang semakin besar untuk memperoleh pendidikan tinggi bagi siapapun tanpa
memandang gender.
Jumlah penduduk wanita di Yoyakarta dengan usia produktif 15-59 lebih
banyak dari jumlah penduduk pria dan selalu mengalami peningkatan jumlahnya.
Maka makin banyak wanita yang melakukan rutinitas yang membutuhkan akan
perawatan kecantikan wajah dalam menjaga kesehatan kulit Wanita lebih cepat
stres, lelah, mengalami penuaan dini, kulit kusam, obesitas, dehidrasi dan
emosional. Wajah yang berseri, kulit yang halus dan sehat serta pikiran yang
jernih menjadi dambaan setiap wanita. Hal ini menimbulkan kesadaran akan
pentingnya perawatan wajah bagi wanita. Oleh karena itu perlu adanya Pusat
Perawatan Kecantikan Wajah di Yogyakarta yang dapat menampung kegiatan dan
mempunyai secara lengkap fasilitas kecantikan wajah. Pusat Perawatan
Kecantikan Wajah di Yogyakarta yang ditawarkan adalah fasilitas perawatan
wanita yang menawarkan sensasi kelembutan melalui pengolahan tata ruang
dalam dan luar bangunan yang mempunyai teori karakter feminim.