Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
TRI NUGROHO WURDIYATMANTO, PAULUS
Subject
SDM dan Organisasi
Datestamp
2014-11-28 13:52:51
Abstract :
Sistem pengukuran kinerja merupakan sesuatu yang sangat penting bagi
sebuah perusahaan. Selain dapat digunakan untuk menilai keberhasilan dari
perusahaan tersebut, juga dapat digunakan untuk menyusun strategi yang tepat
bagi perusahaan dimasa yang akan datang. Sistem pengukuran kinerja dengan
menggunakan tolok ukur finansial saat ini dirasakan tidaklah cukup karena hanya
dapat mengukur kinerja masa lampau saja. Yang dibutuhkan oleh manajemen
adalah suatu alat ukur yang dapat menuntun dan mengevaluasi strategi untuk
mencapai visi dan misi perusahaan. Selain itu, tolok ukur finansial juga tidak
dapat mengukur aset-aset perusahaan yang intangible yang diperlukan untuk
pencapaian visi dan misi perusahaan. Konsep Balanced Scorecard
menggabungkan penggunaan tolok ukur finansial dan non-finansial, baik sebagai
outcome measures, maupun sebagai performance drivers dari sasaran strategik
yang digunakan perusahaan. Konsep Balanced Scorecard juga menggambarkan
hubungan sebab-akibat dari keempat perspektif: keuangan, pelanggan, proses
bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian dilakukan pada PT.
Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM). Dari penelitian tersebut, dapat
ditarik kesimpulan: kinerja perusahaan di perspektif finansial dapat dikatakan baik
dengan adanya peningkatan rasio yang diukur; kinerja di perspektif pelanggan
dapat dikatakan baik dengan adanya penambahan pelanggan baru, pangsa pasar,
dan pelanggan yang tepuaskan; kinerja di perspektif proses bisnis internal dapat
dikatakan baik dengan pelaksanaan inovasi oleh perusahaan, peningkatan proses
operasi, dan proses layanan purna jual oleh perusahaan; dan kinerja di perspektif
pembelajaran dan pertumbuhan dapat dikatakan baik dengan adanya peningkatan
produktivitas SDM dan peningkatan jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan.