Abstract :
Return merupakan motivator dalam suatu proses investasi. Pengukuran
return merupakan cara yang sering digunakan oleh investor dalam
membandingkan berbagai alternatif investasi. Mengukur return historis
memungkinkan investor untuk mengetahui keberhasilan mereka dalam melakukan
suatu investasi. Di samping itu return historis juga ikut berperan dalam
memperkirakan return masa depan yang belum diketahui secara pasti.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya pengaruh faktor fundamental yang diukur dengan dividen per share, price earning ratio, nilai tukar, tingkat suku bunga SBI, dan resiko sistematis yang diukur dengan beta terhadap return saham-saham LQ45 di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2003-2005. Penelitian dilakukan terhadap 18 perusahaan yang menjadi sampel dengan kriteria secara konsisten tergolong ke dalam saham LQ45 tahun 2003-2005. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory 2006, Pusat Data Pasar Modal PPA FE Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, www. bi.go. id, dan www.yahoofinance.com.
Dari hasil pengolahan data dengan regresi linier berganda diketahui bahwa rasio keuangan yang diukur dengan dividen per share dan price earning ratio memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Demikian halnya dengan resiko sistematis yang diukur dengan beta memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, sedangkan indikator makro ekonomi yang diukur dengan nilai tukar dan tingkat suku bunga SBI tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham.