Abstract :
Jurnalisme empati adalah jurnalisme kemanusiaan yang harus diterapkan
dalam setiap pemberitaan. Jurnalisme empati menempatkan narasumber berita
bukan sebagai obyek pemberitaan yang dapat dieksploitasi oleh media massa.
Media massa yang menerapkan jurnalisme empati dalam setiap pemberitaannya
akan menghargai narasumber sebagai manusia yang memiliki perasaan dan patut
untuk dihargai. Perkembangan jaman membuat bentuk media massa berubah dari
konvensional ke media massa online. Media massa online menuntut kecepatan
dalam setiap pemberitaannya. Walaupun begitu, jurnalisme empati harus tetap
dapat diterapkan dalam setiap bentuk media massa, termasuk media massa online.
Penggunaan jurnalisme empati di Indonesia mengalami pasang surut, hal
tersebut dikarenakan oleh pemerintah, media massa, dan masyarakat. Detikcom
sebagai media massa online, menjadi salah satu faktor yang menentukan
penggunaan jurnalisme empati untuk setiap artikel beritanya, khususnya
pemberitaan mengenai kasus pembunuhan Ade Sara. Banyak sisi humanis dalam
kasus pembunuhan Ade Sara. Detikcom sebagai media massa online nasional juga
turut memberitakan mengenai sisi human interest dalam kasus pembunuhan Ade
Sara tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan jurnalisme empati dalam
pemberitaan Ade Sara. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan berita dari
Detikcom dan mewawancarai wartawan Detikcom yang meliput langsung kasus
pembunuhan Ade Sara.
Hasil penelitian menemukan bahwa wartawan Detikcom menerapkan
jurnalisme empati untuk proses peliputan berita. Wartawan yang menggunakan
empati pada saat proses peliputan berita akan memproduksi berita yang berbeda
ketika mereka tidak menggunakan jurnalisme empati pada saat proses peliputan
berita