Abstract :
Mi merupakan makanan yang cukup populer di Indonesia. Bahan baku
pembuatan mi adalah tepung terigu dari gandum yang tidak dapat tumbuh di iklim
Indonesia, tetapi penggunaannya mengalahkan sumberdaya lokal Indonesia. Mi
merupakan makanan yang miskin serat, padahal serat pangan baik untuk menjaga
kesehatan pencernaan. Kedua hal ini melatarbelakangi penggunaan edamame
sebagai sumberdaya lokal untuk mengurangi penggunaan tepung terigu dan
penggunaan bekatul beras merah untuk meningkatkan kandungan serat mi basah.
Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengetahui pengaruh kombinasi edamame dan
bekatul beras merah terhadap kualitas fisik, kimia, mikrobiologi, dan organoleptik
mi basah, b) mengetahui kombinasi tepung terigu, edamame, dan bekatul beras
merah yang tepat untuk menghasilkan mi basah yang paling baik, dan c)
mengetahui kadar serat kasar mi basah. Penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan kombinasi tepung terigu,
edamame, dan bekatul beras merah, yaitu perlakuan A (100:0:0), B (85:10:5), C
(80:10:10), D (75:15:10), E (70:20:10), dan F (65:20:15). Hasil penelitian
menunjukkan mi basah memiliki kadar air 56,42 ? 63,49% (beda nyata), kadar
abu 0,85 ? 1,23% (beda nyata), kadar lemak 1,48 ? 2,44% (tidak beda nyata),
kadar protein 5,88 ? 9,29% (tidak beda nyata), kadar karbohidrat 26,53 ? 33,41%
(beda nyata), kadar serat kasar 1,39 ? 4,28% (beda nyata), hardness 231,50 ?
382,33 gf (beda nyata), warna kuning hingga jingga kekuningan, hasil ALT dan
Kapang Khamir memenuhi SNI (kecuali kapang khamir mi basah perlakuan E dan
F) (tidak beda nyata), dan hasil uji organoleptik yang secara garis besar disukai
responden. Kombinasi edamame 15% dan bekatul 10% merupakan kombinasi
yang dapat menghasilkan produk mi basah dengan kualitas yang paling baik