Abstract :
Pemanfaatan bagian kulit semangka masih belum optimal, terutama pada bagian
albedo (mesokarp) yang merupakan sumber pektin potensial. Kemampuan pektin
membentuk gel dengan proporsi gula dan asam yang sesuai dapat diolah menjadi
produk modifikasi selai yang lebih praktis yaitu selai lembaran. Selai lembaran
dengan bahan baku albedo semangka diduga akan menghasilkan rasa, aroma, dan
warna yang kurang dapat diterima oleh konsumen. Oleh karena itu, untuk
memberikan rasa dan aroma yang dapat diterima serta warna yang menarik maka
albedo semangka perlu dikombinasikan dengan buah naga super merah (Hylocereus
costaricensis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi
albedo semangka (Citrullus vulgaris Schard.) dan buah naga super merah
(Hylocereus costaricensis) terhadap kualitas (sifat kimia, fisik, mikrobiologis, dan
organoleptik) selai lembaran dan untuk menentukan kombinasi albedo semangka
(Citrullus vulgaris Schard.) dan buah naga super merah (Hylocereus costaricensis)
yang tepat untuk menghasilkan selai lembaran dengan kualitas terbaik. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4
perlakuan kombinasi albedo semangka berbanding buah naga super merah yaitu
perlakuan A 1:2, perlakuan B 1,5:1,5, perlakuan C 2:1, dan perlakuan D 3:0. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kombinasi albedo semangka dan buah naga super
merah memberi pengaruh yang berbeda nyata terhadap kualitas selai lembaran yang
dihasilkan meliputi kadar air, kadar abu, pektin, zat padatan terlarut, vitamin C, dan
tekstur, serta memberi pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap serat kasar, kadar
gula reduksi dan mikrobiologi meliputi Angka Lempeng Total (ALT) dan kapangkhamir.
Selai lembaran dengan kombinasi albedo semangka dan buah naga super
merah 1,5:1,5 memberikan kualitas terbaik ditinjau dari sifat kimia dan fisik yang
telah memenuhi SNI, serta dari rata-rata uji organoleptik