Abstract :
Keong mas merupakan salah satu hama padi yang sangat mengganggu dan
menurunkan produktivitas panen petani, karena merupakan hewan yang
bereproduksi secara cepat dan tak terkontrol. Salah satu upaya pemberantasan
keong mas yaitu dengan moluskisida sintesis, namun dapat membahayakan
kesehatan dan tidak ramah lingkungan. Ekstrak biji kluwak memiliki potensi
sebagai moluskisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah
ekstrak biji kluwak yang diambil dari Toraja, Sulawesi Selatandengan cara
penyemprotan memiliki toksisitas terhadap berbagai tingkatan umur. Selain itu
untuk mengetahui LC100-24jam ekstrak biji kluwak terhadap keong mas pada
berbagai tingkatan umur, dan mengetahui konsentrasi ekstrak biji kluwak yang
paling efektif dalam membunuh keong mas pada berbagai tingkatan umur.
Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah RAL faktorial dengan variasi 3
konsentrasi dan 4 tingkatan umur keong mas. Kontrol positif (Siputox) dan
kontrol negatif (Aquades). Masing-masing berisi 10 ekor keong mas dan
dilakukan 5 kali ulangan. Hasil yang diperoleh ada perbedaan toksisitas
moluskisida. Pada jam ke-24 variasi umur berbeda nyata antara umur 42 hari
(93,67%) dengan 2 hari (100%), 14 hari (100%) dan 30 hari (100%). Pada variasi
ekstrak tidak ada perbedaan nyata antara ekstrak dengan konsentrasi 10 ppm dan
20 ppm (100%) tetapi keduanya berbeda nyata dengan 30 ppm (95,25%). Hasil
probit LC100-24jam didapatkan pada konsentrasi 1,36 ppm. Hasil Fitokimia alkaloid
(2,69 ppm), tannin (16,0 ppm), flavonoid (1,23 ppm), sianida (122,7569 ppm)