Abstract :
Pertumbuhan rumah pada dekade 90-an semakin meningkat pesat seiring
dengan pertambahan jumlah penduduk. Hal ini terjadi pada masyarakat tingkat
atas, menengah, dan bawah. Arsitektur tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia
sangatlah beragam, salah satunya adalah arsitektur tradisional Kejang Lako
provinsi Jambi yang berada di dataran berbukit. Jambi dipilih sebagai studi kasus
karena di daerah ini tinggal masyarakat suku melayu, sebuah suku bangsa besar
yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga pengaruhnya cukup luas. Penelitian
ini terutama menjawab dua masalah, pertama, bagaimana desain arsitektur
tradisional Jambi menanggapi iklim tropis lembab untuk mencapai kinerja
thermal; kedua, bagaimana meningkatkan kenyamanan thermal pada arsitektur
tradisional Jambi. Metode yang digunakan untuk menganalisis rumah Kejang
Lako dari segi kenyamanan thermal adalah metode tinjauan pustaka dari berbagai
sumber yang dianggap relevan. Simulasi dilakukan pada elemen-elemen yang
sangat berpengaruh pada bangunan utama seperti semua ruangan dan berikut
komponen seperti lantai, dinding, atap, dan pelubangan/bukaan sehingga bisa
diketahui hasil thermal pada bangunan. Temuan yang diperoleh pada simulasi
rumah tradisional Kejang Lako dengan program ECI CFD dan Ecotect adalah
bangunan tersebut masih memenuhi persaratan nyaman dari berbagai teori-teori
yang digunakan, walaupun bangunan tersebut banyak mengalami perubahan
terutama material atap, dinding, dan lantai.