Abstract :
Angka kejahatan konvensional di Indonesia sejak tahun 2010 sampai tahun
2014 menunjukan peningkatan yang signifikan, bahkan pada tahun 2014 ini, tingkat
kejahatan konvensional di Indonesia mencapai 24.044 kasus. Akan tetapi terdapat
kendala dalam penyelesaian kejahatan ini yakni pengenalan data dari pelaku
kriminalitas.
Oleh karena itu diperlukan suatu sistem untuk mengenali wajah seseorang
yang dapat membantu dalam mengenali data- data dari seseorang pelaku tersebut,
apakah merupakan pelaku kriminalitas yang baru atau sudah pengalaman dalam
melakukan tindakan kriminalitas. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian
tentang pengenalan wajah dengan menggunakan metode eigenface sebagai metode
yang digunakan dan menambahkan proses dekomposisi citra menggunakan wavelet
sebagai bagian dari proses preprocessing pada pengenalan wajah tersebut.
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa tingkat
akurasi terbaik yang diperoleh menggunakan metode eigenface dan dekomposisi
citra sebagai bagian dalam proses pengenalan wajah adalah sebesar 80% dengan
waktu pengenalannya sebesar 1041,4 ms dengan menggunakan citra berukuran
64x64 piksel. Berdasarkan tingkat akurasi dan kecepatan waktu yang dihasilkan
dalam peneltian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan dekomposisi
citra menggunakan wavelet dan metode eigenface pada pengenalan wajah dapat
mempengaruhi pada kecepatan waktu dan tingkat akurasi dalam melakukan
pengenalan wajah.