Abstract :
Terjadinya likudasi bank pada 1 November 1997 terhadap bank swasta
membuat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap bank, sehingga di tahun
2000 melalui Arsitektur Perbankan Indonesia, pemerintah ingin menjaga kinerja
bank yang sudah melalui membaik dengan ditetapkannya penilaian kesehatan
bank dengan menggunakan rasio keuangan CAMELS. Bank yang sehat adalah
bank yang memiliki kinerja yang baik sehingga dapat memperoleh kepercayaan
dari masyarakat dan mampu menghasilkan pertumbuhan laba yang baik. Tujuan
dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari rasio keuangan CAMELS
terhadap pertumbuhan laba pada bank umum swasta nasional yang terdaftar di
BEI tahun 2004-2010.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel dengan
metode purposive sampling, yaitu sampel yang akan digunakan harus memenuhi
persyaratan yang telah ditentukan. Persyaratan tersebut meliputi periode waktu
dari sampel tersebut yaitu mulai tahun 2004-2010, memiliki laporan keuangan
yang selalu terpublikasi, tidak melakukan merger atau akuisisi maupun dimerger
atau diakuisisi dan tidak melakukan special company action di tahun 2004-2010.