DETAIL DOCUMENT
KONSTRUKSI KEBIJAKAN SISTEM BOARDING PASS DI PT KAI (PERSERO) (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Konstruksi Kebijakan Sistem Boarding Pass di PT KAI dengan Pendekatan Karl Weick)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
NINDYASARI, .
Subject
Kajian Media 
Datestamp
2015-02-02 10:22:02 
Abstract :
Setiap organisasi menginginkan untuk dapat tetap bertahan hidup. Bahkan terus berusaha untuk dapat berkembang menjadi lebih baik lagi. Organisasi perlu untuk memperhatikan lingkungan informasinya karena kehidupan organisasi tidak akan pernah bisa lepas dari lingkungannya. Lingkungan organisasi selalu bersifat dinamis, maka dari itulah organisasi perlu untuk menyesuaikan dengan perubahan pada lingkungannya. Begitu pula dengan PT KAI (Persero) yang melakukan perubahan sistem pada stasiunnya dengan melakukan konstruksi kebijakan sistem boarding pass. Untuk itulah, penelitian ini bertujuan untuk melihat konstruksi kebijakan pada sistem boarding pass. Pada konstruksi kebijakan sistem boarding pass penelitian dilakukan dengan dilandasi oleh teori informasi organisasi. Di dalam teori informasi organisasi, anggota organisasi berekaksi terhadap lingkungan informasi mereka. Pada PT KAI (Persero) anggota organisasi melakukan penerimaan informasi dari lingkungannya untuk kemudian dianalisis. Dari analisis yang dilakukan terdapat ambiguitas, yaitu orang-orang menjadi malas atau tidak mau datang ke stasiun. Untuk mengatasi ambiguitas yang terjadi, selanjutnya dilakukanlah tiga tahapan dalam usahanya untuk mengurangi ambiguitas. Ketiga tahapan tersebut adalah enactment, seleksi, dan retensi. Enactment merupakan tahapan dalam menginterpretasikan makna dalam penerimaan informasi. Dalam hal ini, PT KAI (Persero) menggunakan berbagai aturan dan siklus komunikasi yang digunakan untuk mengatasi informasi yang ambigu. Pada tahapan selanjutnya, yaitu seleksi dilakukan pemilahan informasi yang relevan dengan persoalan yang tengah dihadapi. Di sini PT KAI (Persero) membutuhkan informasi tambahan yang kemudian dilakukan dengan menggunakan aturan dan juga siklus komunikasi tambahan. Terakhir adalah tahapan retensi yang merupakan tahapan dalam rangka menggabungkan 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta