DETAIL DOCUMENT
OPTIMASI UKURAN PENAMPANG, TOPOLOGI, DAN BENTUK STRUKTUR PADA STRUKTUR RANGKA KUDA-KUDA ATAP BAJA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Author
FRANS, RICHARD
Subject
Struktur 
Datestamp
2015-02-03 09:46:39 
Abstract :
Banyak cara dalam mengoptimalkan suatu struktur, salah satu diantarnya adalah dengan menggunakan algoritma genetika sebagai ?peralatan? optimasi. Algoritma genetika adalah prosedur pencarian dan optimasi berdasarkan teori seleksi alami Charles Darwin. Algoritma genetika banyak digunakan pada masalah praktis yang berfokus pada pencarian parameter-parameter optimal. Dalam penelitian ini, algoritma genetika digunakan untuk mencari variabel yang optimal pada struktur kuda-kuda rangka atap baja. Variabel yang akan dioptimasi adalah ukuran penampang, bentuk struktur, dan topologi struktur. Sebagai validasi program yang telah dibuat akan disajikan beberapa benchmark problem sebagai perbandingan dengan hasil-hasil yang pernah didapatkan oleh peneliti terdahulu. Hasil optimasi pada benchmark problem menunjukkan bahwa algoritma genetika merupakan suatu ?alat? optimasi yang sangat baik, dapat dilihat bahwa berat struktur yang didapatkan adalah 2122,62 kg yang mana merupakan hasil terbaik jika dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu. Berat struktur dari model pertama, model kedua, dan model ketiga dari struktur kuda-kuda rangka atap baja masing-masing adalah 325,9103 kg, 206,2781 kg, dan 1956,037 kg. Faktor yang paling menentukan dalam mengoptimasi struktur rangka kudakuda atap baja pada ketiga kasus ini adalah angka kelangsingan, hal ini dapat dilihat bahwa nilai perpindahan terjadi dan tegangan yang terjadi masih lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai perpindahan ijin dan tegangan ijin. Pada ketiga kasus ini, pada penelitian ini beban-beban pada masing-masing kasus dibedakan menjadi dua, yaitu nilai beban (P) sebesar 200 kg tiap titik simpul dan nilai beban (P) yang disesuaikan dengan kondisi konfigurasi dari struktur. Hasil dari kedua kasus ini untuk masing-masing struktur kurang lebih sama, hal ini dikarenakan nilai tegangan dan perpindahan yang hampir sama antara kedua kasus ini, sehingga berat yang dihasilkan sama. Parameter-parameter optimasi serta banyaknya titik simpul menjadi faktor penentu dalam lamanya waktu yang digunakan untuk mendapatkan variabelvariabel yang optimum (ukuran penampang, bentuk struktur, dan topologi struktur). 
Institution Info

Universitas Atma Jaya Yogyakarta