Abstract :
Tuned mass damper (TMD) telah banyak digunakan untuk mengendalikan
getaran dalam sistem teknik mesin. Dalam beberapa tahun terakhir teori TMD
telah diadopsi untuk mengurangi getaran pada gedung-gedung tinggi dan struktur
teknik sipil lainnya. Peredam dinamis dan tuned mass damper adalah realisasi dari
untuk aplikasi mengontrol getaran struktur. Unsur-unsur inersia, daktail dalam
perangkat tersebut adalah: massa, pegas dan dashpot (atau redaman material).
Konfigurasi lain seperti pendulum/peredam, dan peredam cair (liquid), juga telah
digunakan untuk aplikasi pengurangan getaran. TMD melekat pada struktur untuk
mengurangi respon dinamik dari struktur. Frekuensi damper disetel ke frekuensi
struktural tertentu sehingga ketika frekuensi yang kuat, damper akan beresonansi
dengan gerakan struktural. Massa biasanya melekat pada bangunan melalui sistem
pegas - dashpot dan energi diuraikan oleh dashpot sebagai gerak relatif
berkembang antara massa dan struktur. Konsep yang dipergunakan dalam
algoritma genetika adalah mengikuti apa yang dilakukan oleh alam. Hasil optimasi
pada aplikasi ini menunjukkan bahwa, optimasi TMD pada struktur bangunan
menggunakan algoritma genetika dapat mengoptimalkan sifat peredam dengan
efektif. Pada penelitian ini menggunakan bentuk struktur portal sederhana 2D
dengan derajat kebebasan tunggal. Dapat dilihat bahwa ketika rasio massa
meningkat maka frekuensi rasio menurun seiring meningkatnya rasio massa,
begitu pula sebaliknya rasio redaman TMD naik seiring meningkatnya rasio
massa. Frekuensi alami naik maka frequency rasio akan naik. ketika frekuensi
alami naik maka frequency rasio akan naik, sebaliknya rasio redaman TMD akan
menurun. Penggunaan TMD yang disimulasikan pada struktur yang mengalami
gempa El Centro 1940, Hachinohe 1968, Kobe 1995 dan Northridge 1994.
Menunjukkan bahwa TMD yang digunakan mampu mengurangi atau meredam
getaran-getaran dan perpindahan pada struktur