Abstract :
Beton prategang berbeda dengan beton bertulang biasa karena mempunyai
keunikan dalam penentuan tegangan ijin karena harus memenuhi dua tahapan
pembebanan. Penentuan gaya prategang menggunakan metode koefisien momen ?
yang didasarkan pada tegangan ijin. Pada metode ini, akan diperoleh batas atas
dan batas bawah nilai gaya prategang. Algoritma genetika merupakan metode
pencarian sesuai dengan proses genetika organisme berdasarkan teori Darwin.
Dalam penelitian ini, digunakan algoritma genetika real untuk menentukan
variabel yang optimum beton prategang pada balok sederhana dan menerus
dengan penampang persegi dan T berdasarkan rentang nilai gaya prategang.
Variabel yang dioptimasi adalah ukuran penampang (persegi dan T) dengan
meminimumkan total harga struktur.
Hasil optimasi yang diperoleh adalah ukuran penampang dan total harga
dipengaruhi oleh nilai gaya prategang yang digunakan untuk menentukan fungsi
fitness. Total harga maksimum diperoleh jika nilai gaya prategang yang digunakan
adalah batas atas nilai gaya prategang Fimax. Sebaliknya, harga minimum
diperoleh saat nilai gaya prategang yang digunakan dalam penentuan nilai fitness
adalah batas bawah nilai gaya prategang Fimin. Semakin besar rentang antara
batas atas dan batas bawah nilai gaya prategang maka makin besar selisih harga
yang diperoleh. Sedangkan apabila menggunakan nilai Fi rerata, maka harga yang
diperoleh berada di antara rentang harga yang diperoleh dari Fimax dan Fimin.