Abstract :
Perkuatan kolom secara eksternal dapat dilakukan dengan beberapa
metode, salah satunya dengan metode FRP dengan bahan Carbon Fiber
Reinforced Polymer (CFRP). Awal mulahnya perkuatan dengan Carbon Fiber
Reinforced Polymer (CFRP) diterapkan pada kolom bulat, sedangkan penerapan
pada kolom bujur sangkar masi dalam taraf penelitian. Penelitian yang dilakukan
oleh Toutanji et al, (2007), memberikan pengembangan pemanfaatan FRP pada
kolom bujur sangkar dari bahan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP)
sebanyak dua lapis. Kurangnya jumlah lapisan pada penelitian terdahulu maka
pada penelitian ini, peneliti meneliti kekuatan kolom dalam menahan beban aksial
konsentrik yang diberi lapisan perkuatan Carbon Fiber Reinforced Polymer
(CFRP) sebanyak tiga lapis dengan bahan beton yang diambil di wilayah
Yogyakarta.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Bangunan
Universitas Atma Jaya Yogyakarta Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik, dengan
meneliti 4 kolom pendek yakni satu kolom tanpa lapisan Carbon Fiber Reinforced
Polymer (CFRP), satu kolom dilapisi satu lapis Carbon Fiber Reinforced Polymer
(CFRP), satu kolom dilapisi dua lapis Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP)
dan satu kolom dilapisi tiga lapis Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP).
Masing-masing kolom dikenai beban konsentrik. Persamaan yang digunakan
hanya menghitung kolom K1,K2 dan K3. Penelitian ini bertujuan
membandingkan nilai yang diperoleh dari persamaan dengan hasil yang diperoleh
dari percobaan. Persamaan-persamaan yang dipakai yakni Toutanji et al (2007),
Lam dan Teng?s (2003), Campione dan Miraglia?s (2003), Kumutha et al (2007).
Dari hasil pengujian kolom diperoleh kuat tekan aksial kolom yakni K0,
K1, K2 dan K3 berturut-turut 121372,1187 N, 179402,3641 N, 151895,6409 N
dan 210867,6932 N. Peningkatan kekuatan kolom K1 terhadap kolom K0 yakni
58030,2454 N atau 19,2936 %. Peningkatan kekuatan kolom K2 terhadap kolom
K0 yakni 30523,5026 N atau 11,1698 %. Untuk kolom K2 terhadap kolom K1
tidak ada peningkatan kekuatannya yakni - 27506,7428 N atau ? 8,3027 %
dikarenakan pada kolom K2 memilki rongga sehingga hasil kekuatannya tidak
maksimal. Peningkatan kekuatan kolom K3 terhadap kolom K0 yakni 89495,5745
N atau 26,9370 %, terhadap kolom K1 yakni 31465,3292 N atau 8,0625 % dan
terhadap kolom K2 yakni 58972,0720 N atau 16,2563 %.
Hasil yang diperoleh dari persamaan Toutanji et al (2007) kolom K1, K2
dan K3 secara berturut-turut adalah 180326,8009 N, 192638,8448 N,
215280,8454 N. Selisih antara hasil percobaan dengan persamaan Toutanji et al
(2007) untuk K1 adalah 0,256 %, K2 adalah 11,826 %, K3 adalah 1,036 %. Hasil
yang diperoleh dari persamaan Lam dan Teng?s (2003) kolom K1, K2 dan K3
secara berturut-turut adalah 210286,1388 N, 252557,5206 N, 305158,8591 N.
Selisih antara hasil percobaan dengan persamaan Lam dan Teng?s (2003) untuk
K1 adalah 7,925 %, K2 adalah 24,888 %, K3 adalah 18,273 %. Hasil yang
diperoleh dari persamaan Campione dan Miraglia?s (2003) kolom K1, K2 dan K3
xiv
secara berturut-turut adalah 215569,3425 N, 263123,9279 N, 321008,4701 N.
Selisih antara hasil percobaan dengan persamaan Campione dan Miraglia?s
(2003) untuk K1 adalah 9,157 %, K2 adalah 26,801 %, K3 adalah 20,708 %.
Hasil yang diperoleh dari persamaan Kumutha et al (2007) kolom K1, K2 dan K3
secara berturut-turut adalah 200700,7754 N, 274134,7438 N, 398646,6189 N.
Selisih antara hasil percobaan dengan persamaan Kumutha et al (2007) untuk K1
adalah 5,603 %, K2 adalah 28,693 %, K3 adalah 30,808 %. Selisih hasil
percobaan dengan beberapa persamaan di atas menunjukan bahwa persamaan
Toutanji et al (2007) memiliki selisih terkecil yakni untuk K1 adalah 0,256 %,
untuk K2 adalah 11,826 %, untuk K3 adalah 1,036 %. Hasil verifikasi
menunjukkan persamaan Toutanji et al (2007) merupakan persamaan atau model
yang mendekati hasil pengujian