Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor-sektor potensial selain sektor-sektor
yang sudah ada di Provinsi Kalimantan Barat. Obyek dalam penelitian ini adalah PDRB provinsi
Kalimantan Barat dan PDB nasional atas dasar harga konstan 2000 dari tahun 2001-2008.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Dalam
skripsi ini menggunakan model basis ekonomi yang tercermin pada analisis Location Quotient
(LQ) yang dilengkapi dengan analisis Shift Share, dan Tipologi Klassen. Selain untuk
mengetahui sektor potensial untuk dijadikan sektor basis, penelitian ini juga bertujuan untuk
mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan sektoral suatu daerah, yang terbagi
dalam sektor yang prima, berkembang, potensial dan terbelakang. Berdasarkan hasil analisis
Location Quotient (LQ), diperoleh lima sektor yang paling strategis dan potensial untuk
dikembangkan, yaitu sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan; sektor konstruksi;
sektor perdagangan, hotel dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi; dan sektor jasajasa.
Kelima sektor tersebut memiliki nilai LQ > 1 artinya sektor ini sudah mampu mencukupi
kebutuhan masyarakat yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Sedangkan berdasarkan analisis
shift share, diperoleh enam sektor yang memiliki Dj positif (pertumbuhan cepat), yaitu sektor
listrik, gas dan air bersih; sektor konstruksi; sektor perdagangan, hotel dan restoran; sektor
pengangkutan dan komunikasi; sektor jasa-jasa serta sektor keuangan, real estate dan jasa
perusahaan. Selanjutnya berdasarkan analisis Tipologi Klassen diperoleh satu sektor prima yaitu:
Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan. Dan satu sektor potensial yaitu sektor
industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Kesimpulan yang dapat diambil
dari penelitian ini adalah sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan merupakan
sektor ekonomi yang paling strategis dan potensial untuk dikembangkan di Provinsi Kalimantan
Barat. Sektor ini merupakan sektor yang menyumbangkan PDRB terbesar bagi provinsi
Kalimantan Barat, berkisar antara 5-7 miliar rupiah tiap tahunnya.