Abstract :
jasa angkutan umum penumpang khususnya jurusan Wonosari ?
Baron, rute yang dilewati adalah Terminal Dhaksinarga Wonosari ?Mulo ?Kemiri
?Kemadang ?Baron PP. Jenis bus jalur 16 trayek Wonosari-Baron adalah mini
bus, dan jarak yang di tempuh dari terminal Wonosari ke Baron adalah 20 km,
apabila dilihat dari segi wilayah kependudukan, daerah Baron adalah daerah
pedesaan dengan penduduk yang lebih sedikit. Beda halnya dengan daerah
Wonosari yang berpenduduk lebih banyak dan merupakan pusat kota di
Kabupaten Gunungkidul.
Nilai tarif yang tidak sesuai akan menyebabkan tidak seimbangnya
pendapatan pemilik angkutan umum dengan biaya operasi kendaraan yang
dikeluarkan, hal ini akan mempengaruhi kinerja dan keberadaan pengusaha jasa
angkutan umum pedesaan di daerah Gunungkidul khusunya jalur 16 trayek
Wonosari-Baron.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode observasi,
wawancara dan studi pustaka. Studi penelitian hanya angkutan jalur 16 trayek
Wonosari-Baron yang dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 8 September
2012 sampai 10 September 2012 dengan mengumpulkan data sekunder dan
primer. Berdasarkan hasil analisis dan hitungan besarnya load factor rata- rata
dari hari biasa, hari sibuk, dan hari minggu yang ada, menunjukkan bahwa tarif
berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) sebesar Rp 5.200,00, hal ini
tidak sesuai dengan tarif yang ada di lapangan yaitu Rp 5.000,00 sehingga pihak
pengelola angkutan dirugikan dan pihak pengguna jasa angkutan diuntungkan.
Tarif berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) sebesar Rp 5.200,00 lebih
besar dari tarif yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 3.666,00 begitu juga
dengan tarif yang ada di lapangan sehingga pemerintah harus memperbaiki tarif
yang berlaku agar tidak ada yang dirugikan baik dari pengusaha angkutan atau
pengguna jasa angkutan.