Abstract :
Konsumsi susu di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya
sehingga mendorong upaya peningkatan diversifikasi pangan dalam produk
olahan susu. Pembuatan pangan fungsional dengan bahan susu memerlukan
penambahan bakteri probiotik agar dapat memberikan efek terapeutik bagi tubuh
manusia. Penelitian yang dilakukan adalah mempertahankan viabilitas bakteri
probiotik dalam produk permen susu sesuai dengan standar yang ditetapkan yaitu
107 ? 109. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bahan enkapsulasi yang paling
baik untuk mengenkapsulasi Bifidobacterium longum serta pengaruhnya dalam
kualitas permen probiotik. Proses penelitian dilakukan dengan melakukan
peremajaan kultur bakteri sebelum dilakukan enkapsulasi bakteri dengan spray
drying. Bahan enkapsulasi yang digunakan adalah gum arab, maltodekstrin, dan
susu skim. Kultur bakteri yang telah dienkapsulasi dimasukkan ke dalam proses
pembuatan permen susu. Pengujian yang dilakukan untuk melihat kualitas permen
probiotik dilakukan secara fisik, kimiawi, maupun mikrobiologis. Viabilitas
bakteri probiotik dilihat dari perbandingan jumlah bakteri yang hidup sebelum
pembuatan permen probiotik dengan jumlah bakteri yang hidup setelah
pembuatan permen probiotik. Hasil penelitian menunjukkan variasi enkapsulan
memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada pengujian kadar air, kadar
sukrosa, jumlah bakteri probiotik, dan viabilitas BAL. Variasi enkapsulan tidak
memberikan pengaruh pada pengujian kadar abu, kadar protein, kadar gula
reduksi, tekstur, serta kapang dan khamir permen. Hasil organoleptik
menunjukkan warna yang paling disukai panelis terdapat pada perlakuan C (Gum
Arab) dengan skor 3,16, tekstur yang paling disukai pada perlakuan A (Kontrol)
dengan skor 2,77, dan aroma yang paling disukai pada perlakuan D (Susu Skim)
dengan skor 3,1.