Abstract :
Proyek konstruksi semakin kompleks dan membutuhkan biaya besar, sehingga membutuhkan perhatian dalam pengelolaan waktu dan sumber daya yang lebih baik. Perencanaan merupakan bagian terpenting untuk mencapai keberhasilan proyek konstruksi, selain perencanaan salah satu aspek yang sangat penting dalam suatu manajemen proyek konstruksi adalah pengendalian. Pengendalian merupakan salah satu fungsi dan proses kegiatan dalam manajemen proyek yang sangat mempengaruhi pada hasil akhir proyek. Salah satu program yang dilaksanakan pemerintah kota Balikpapan adalah pembangunan berbagai fasilitas gedung, jalan dan perkantoran sebagai penunjang pelaksanaan roda pemerintahan. Dengan memperhatikan hal tersebut diharapkan perencanaan dan pengendalian proyek khususnya biaya dapat direncanakan dan dikendalikan secara baik. Perencanaan dan pengendalian dikatakan baik bila seluruh proses kegiatan yang ada didalamnya dapat diterapkan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan diawal dengan tingkat penyimpangan minimal serta hasil akhirnya maksimal.
Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer, yaitu cara mengumpulkan data yang langsung berdasarkan keterangan dari responden. Dengan cara kuesioner diberikan kepada responden. Kuesioner diberikan kepada perusahaan kontraktor dengan klasifikasi perusahaan kecil, menengah dan besar di Balikpapan Kalimantan Timur. Data yang didapatkan lalu diolah menggunakan metode mean (rata-rata) dan standar deviasi untuk mendapatkan ranking tertinggi dari setiap jawaban responden.
Berdasarkan hasil analisis didapatkan ranking tertinggi untuk perencanaan biaya proyek dengan mean (rata-rata) 3,11 dan nilai standar deviasi 0,71. Pengendalian biaya proyek dengan mean (rata-rata) 3,50 dan nilai standar deviasi 0,56. Praktek perencanaan dan pelaksanaan biaya proyek dengan nilai biaya material direncanakan sebanyak 35%.