Abstract :
Pariwisata merupakan sektor yang dapat memberikan peranan besar bagi
pembangunan suatu daerah sekaligus memberikan kontribusi bagi perolehan
devisa maupun penciptaan kesempatan kerja. Melihat peranan dan kontribusi yang
begitu besar terhadap pembangunan di Indonesia maka kekayaan pariwisata perlu
dikembangkan secara berkelanjutan.
Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk dalam kategori daerah tujuan wisata
nusantara karena banyaknya ragam budaya yang tumbuh dan berkembang di
masyarakatnya. Kebudayaan yang tumbuh di Daerah Istimewa Yogyakarta ini
selalu mengacu pada kebudayaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Salah satu
ragam kebudayaan yang sangat terkenal di Yogyakarta adalah kebudayaan
membuat kain batik tulis. Pada awalnya kebudayaan membatik ini adalah
kebudayaan yang hanya boleh dilakukan oleh pihak abdi dalem kraton saja,
namun lama kelamaan kebudayaan tersebut mulai banyak diminati oleh kalangan
masyarakat luas.
Dusun Giriloyo merupakan salah satu desa penghasil kain batik tulis di Daerah
Istimewa Yogyakarta. Sebagian besar warga penduduknya bekerja sebagai
pengrajin kain batik tulis sejak jaman Kerajaan Mataram Islam. Adanya kegiatan
pelestarian budaya lokal berupa kegiatan membatik tersebut membuat dusun ini
kemudian dicanangkan sebagai Desa Wisata Sentra Kerajinan Batik Tulis
Giriloyo. Namun seiring dengan perkembangan jaman, muncullah teknologi
pembuatan kain batik dalam waktu singkat yang membuat banyak pengrajin batik
di kawasan ini mulai gulung tikar dan beralih profesi lain. Banyaknya pengrajin
yang mulai beralih profesi tersebut membuat seni kerajinan batik tulis mulai pudar
dan keberadaan Desa Wisata Sentra Kerajinan Batik Tulis Giriloyo mulai
dilupakan masyarakat. Akibatnya terjadi penurunan kualitas dan kuantitas
wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.
Proyek Pengembangan Desa Wisata Sentra Kerajinan Batik Tulis Giriloyo
yang direncanakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
wisatawan yang berkunjung melalui penataan ruang kawasan serta tampilan dan
tata ruang dalam pada bangunan massa baru berdasarkan pendekatan arsitektur
vernakular. Harapannya dengan dilakukan pengembangan ini dapat
menghidupkan kembali suasana pariwisata budaya lokal yang aktif di daerah ini